Key Strategy: Kacau, Iran Disebut Kehilangan Jejak Ranjau-ranjau yang Disebar di Selat Hormuz

Kacau, Iran Disebut Kehilangan Jejak Ranjau-ranjau yang Disebar di Selat Hormuz

TEHERAN – Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa Iran kehilangan kemampuan untuk melacak ranjau yang telah ditempatkan di Selat Hormuz. Hal ini akan mempersulit Teheran dalam mengembalikan akses penuh ke jalur strategis tersebut. Laporan menyebutkan bahwa para pejabat AS mengungkapkan bahwa Iran tidak memiliki gambaran jelas mengenai lokasi setiap ranjau, yang mungkin menyebabkan kesulitan dalam mengendalikan situasi.

Para pejabat AS menyatakan bahwa Iran melakukan pemasangan ranjau secara sembarangan, tanpa rencana komando yang terstruktur. Ini berdampak pada kemampuan mereka untuk mengidentifikasi dan menyingkirkan ancaman tersebut.

Presiden Trump juga memperingatkan bahwa China akan menghadapi kesulitan besar jika mengirimkan senjata ke Iran, menurut laporan yang sama. Iran dilaporkan menggunakan strategi pasukan terdesentralisasi selama konflik, dengan kapal kecil menjadi penggerak utama operasi pemasangan ranjau di jalur air tersebut.

Selat Hormuz—salah satu jalur pengangkutan minyak utama dunia yang ditempuh oleh 20% dari konsumsi global—kini berisiko sulit dilintasi jika laporan tersebut benar. Saat ini, kapal yang melewati area tersebut harus mengambil jalur memutar di perairan Iran, di mana pejabat lokal berencana untuk memberlakukan biaya tol sebesar USD2 juta per kapal.

Menurut The New York Times, baik AS maupun Iran saat ini belum memiliki alat yang memadai untuk membersihkan ranjau laut. Kapal penyapu ranjau utama Amerika tidak berada di Selat Hormuz, sementara Iran masih kurang memiliki metode konkret untuk membuka kembali jalur air tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *