Solution For: Polisi ungkap kronologi lengkap pembacokan di Cakung Jaktim
Pembacokan di Cakung: Polisi Rekam Alur Peristiwa
Detik-detik Konflik dan Serangan
Pada Kamis (9/4), seorang pria bernama BW (30) mengalami serangan bacok di wilayah Kampung Pedaengan, Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Menurut keterangan Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra, kejadian berawal saat korban berada di rumah bersama istri dan anggota keluarga lainnya, termasuk pelaku berinisial MH (20). Situasi awalnya damai hingga salah satu saksi, adik ipar korban, mengatakan bahwa pelaku telah mengintip korban saat mandi. Informasi ini langsung didengar oleh BW, yang kemudian menegur pelaku. Namun, pelaku tidak terima dan terjadi perdebatan verbal antara keduanya.
“Korban langsung menegur pelaku, namun pelaku emosi dan mengambil golok dari lemari,” ujar AKP Andre Tri Putra.
Serangan berlangsung cepat. Pelaku memukul bagian kepala korban dengan golok yang diduga digunakan untuk membacok. Korban terkejut, berteriak, dan berusaha lari dari rumah. Meski berusaha mengejar, pelaku akhirnya kabur setelah korban berhasil melarikan diri. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung memberi pertolongan, lalu korban dilarikan ke RS Persahabatan, Rawamangun, untuk perawatan.
Penyelidikan dan Penangkapan Pelaku
Setelah menerima laporan sekitar pukul 10.30 WIB, petugas Polsek Cakung segera melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan memintai keterangan saksi. Dengan bantuan rekaman CCTV dan visum et repertum, pelaku berhasil diidentifikasi. Pukul 11.30 WIB, MH diamankan di Perumahan Aneka Elok, Kelurahan Penggilingan. Saat ditangkap, pelaku masih membawa golok sebagai senjata tajam.
“Pelaku telah kami tangkap dan diamankan di Mapolsek Cakung untuk pendalaman lebih lanjut,” tegas AKP Andre Tri Putra.
Kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan polisi LP/B/101/IV/2026/Sek Ck/Polres Metro Jakarta Timur. MH dijerat dengan Pasal 466 Ayat (2) KUHP, sesuai Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023. Polisi masih mengejar motif penyerangan dan memeriksa kemungkinan faktor lain yang memicu kekerasan tersebut. AKP Andre juga meminta masyarakat untuk menyelesaikan konflik secara damai dan melaporkan gangguan keamanan jika ditemukan.