Special Plan: Komnas Perempuan kawal kasus pelecehan sopir taksi daring di Jakpus

Komnas Perempuan kawal kasus pelecehan sopir taksi daring di Jakpus

Jakarta – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) sedang memantau perkembangan kasus pelecehan seksual yang dialami penumpang taksi daring berinisial SKD (20) oleh sopir dengan inisial WAH (39). Insiden ini terjadi di Jakarta Pusat pada Sabtu (14/3).

“Komnas Perempuan akan terus mengawal, baik proses hukumnya maupun upaya pemulihan korban,” ujar Komisioner Komnas Perempuan Sundari Waris saat diwawancara dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin.

Sundari menekankan perlunya langkah preventif menyeluruh untuk sektor transportasi daring, termasuk kendaraan bermotor dua dan empat roda. Ia menyampaikan harapan bahwa kejadian ini dapat memicu pengembangan kebijakan yang lebih ketat.

“Pertama adalah penguatan kebijakan untuk memastikan perlindungan perempuan sebagai pengguna transportasi, baik dua maupun empat roda, serta kelompok rentan di berbagai platform,” jelas Sundari.

Komnas Perempuan juga menyebutkan pentingnya advokasi terhadap regulasi turunan Undang-Undang TPKS. Sundari menyoroti keharusan fitur keamanan di aplikasi dan prosedur pelaporan kasus secara berkala.

“Komnas Perempuan akan melakukan evaluasi untuk mengarahkan lembaga terkait seperti Kominfo, Kementerian Perhubungan, Polri, dan Kementerian PPA dalam merumuskan aturan nasional,” tambah Sundari.

Dalam proses rekrutmen sopir taksi daring, Sundari mengingatkan bahwa platform hanya menilai kandidat secara online, sehingga tidak memastikan identitas fisik atau keandalan kendaraan. Ia menekankan perlunya pengawasan lebih ketat.

“Kemudian juga diperlukan pemantauan terus-menerus terhadap kejadian kekerasan seksual di transportasi daring yang telah dilaporkan oleh korban,” ujarnya.

Komnas Perempuan mencatat 8 laporan kekerasan terhadap perempuan pengguna transportasi daring di tahun 2025. Kasus pelecehan seksual menjadi yang paling dominan.

“Kita perlu waspada terhadap fenomena ini dan bekerja sama untuk mencegah kejadian serupa di masa depan,” kata Sundari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *