Semua RSUD di Jakarta sudah punya ruang isolasi untuk tangani campak

Semua RSUD di Jakarta sudah punya ruang isolasi untuk tangani campak

Jakarta – Setelah memastikan bahwa seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di Ibu Kota telah dilengkapi ruang isolasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan fasilitas kesehatan tersebut siap menangani penyakit menular seperti campak. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, menjelaskan bahwa ruang isolasi merupakan bagian dari kesiapsiagaan dalam prosedur Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) untuk campak.

Kesiapsiagaan Fasilitas Kesehatan

Menurut Sri Puji Wahyuni, fasilitas kesehatan dan tenaga medis terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular. Hal ini meliputi skrining gejala campak, seperti demam, ruam merah, batuk, pilek, dan kemerahan pada mata. Jika ditemukan, petugas medis akan mengambil tindakan terhadap pasien yang diduga terjangkit, termasuk manajemen kontak serta tracing.

“Sampai hari ini, jumlah kasus konfirmasi campak mencapai 43 kasus,” ujar Puji.

Kasus Campak di DKI Jakarta

Dalam awal tahun ini, DKI Jakarta mencatat total 1.236 kasus dugaan campak. Wilayah dengan kasus tertinggi adalah Jakarta Barat (398 kasus), Jakarta Pusat (276 kasus), serta Jakarta Selatan (226 kasus). Sementara itu, Jakarta Utara melaporkan 179 kasus, Jakarta Timur 155 kasus, dan Kepulauan Seribu hanya dua kasus.

Kegiatan Imunisasi Kejar Serentak (IKS) Campak

Beberapa waktu lalu, Pemprov DKI Jakarta melaksanakan kegiatan imunisasi kejar serentak (IKS) campak pada bulan Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mencapai anak usia 9–59 bulan yang belum menerima vaksinasi. IKS 2026 dilakukan karena masih ditemukan kasus campak, serta status vaksinasi di Jakarta menunjukkan adanya anak yang belum lengkap mendapatkan imunisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *