Special Plan: DKI sepekan, Lebaran Betawi hingga penambahan jam operasional Ragunan
DKI Sepekan, Lebaran Betawi Hingga Penambahan Jam Operasional Ragunan
Pada akhir pekan lalu, Jakarta dipenuhi berbagai kejadian penting dan menarik, seperti persiapan perayaan Lebaran Betawi 2026 dan perubahan jadwal operasional Taman Margasatwa Ragunan. Berikut rangkuman berita utama:
Lebaran Betawi 2026 Disiapkan dengan Berbagai Kegiatan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mempersiapkan acara Lebaran Betawi 2026 yang akan berlangsung selama tiga hari di Lapangan Banteng, tepatnya 10-12 April 2026.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk hadir serta meramaikan acara Lebaran Betawi 2026,”
kata Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Uus Kuswanto, dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu.
Taman Margasatwa Ragunan Perpanjang Jam Buka untuk Jogging
Taman Margasatwa Ragunan, berlokasi di Jakarta Selatan, merencanakan pengoperasian area hingga malam hari agar pengunjung dapat melakukan aktivitas olahraga jogging.
“Kita tidak buka untuk melihat satwa di hari biasa, tapi hanya untuk dikhususkan bagi pengunjung yang ingin olahraga jogging,”
jelas Wahyudi Bambang, Kepala Humas Ragunan, di Jakarta, Sabtu.
ASN DKI Dilarang Bekerja dari Kafe Saat WFH
Pemprov DKI Jakarta melarang aparatur sipil negara (ASN) bekerja dari kafe atau tempat umum pada hari Jumat saat menerapkan kebijakan kerja jarak jauh (WFH).
“Mengenai work from cafe atau manapun, kalau itu terjadi, maka pasti akan ada sanksi tindakan yang tegas untuk itu,”
kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Penurunan Omzet Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati
Penurunan hingga 30 persen terjadi pada omzet pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, karena tumpukan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar mencapai tinggi sekitar enam meter.
“Akibat tumpukan sampah, jadi ada penurunan omzet hingga 30 persen. Karena yang belanja itu enggan ke belakang, khususnya untuk bagian lapak saya. Mereka juga enggan parkir. Padahal kalau parkir, biasanya sekalian belanja,”
kata Syaeful, seorang pedagang, di Jakarta Timur, Rabu.
Gedung dengan Lantai di Atas Empat Wajib Terhubung ke CCTV
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memerintahkan bangunan dengan lantai di atas empat untuk terhubung ke sistem CCTV Pemprov DKI.
“Jadi, untuk CCTV, kita sedang, sudah memutuskan nanti gedung-gedung yang lantainya lebih dari empat sesuai dengan Pergub akan dikoneksikan dengan CCTV yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta, sehingga dengan demikian Jakarta akan menjadi terintegrasi,”
ujar Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu.