Campak bisa timbulkan komplikasi pada individu rentan

Campak Bisa Menimbulkan Komplikasi pada Kelompok Rentan

Jakarta – Dalam sebuah forum yang dihadiri oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, K-PTI, FINASIM, menjelaskan bahwa penyakit campak umumnya bisa pulih secara alami pada individu yang memiliki sistem kekebalan tubuh kuat. Namun, pada kelompok rentan, kondisi ini berpotensi memicu berbagai komplikasi yang serius.

PAPDI Forum dan Konferensi Pers

“Kalau daya tahan tubuh baik, umumnya pasien bisa sembuh tanpa komplikasi,” ujar dokter spesialis tersebut.

Menurut Adityo, virus yang menyebabkan campak mampu menyebar ke berbagai organ dalam tubuh, terutama pada individu yang sistem imunnya sedang menurun. Kelompok risiko termasuk orang dengan gizi buruk, pasien penyakit menular seperti HIV/AIDS, individu yang sedang menjalani kemoterapi, serta ibu hamil.

Komplikasi yang mungkin terjadi akibat campak meliputi pneumonia, infeksi otak, gangguan mata seperti keratitis, dan radang telinga. Meskipun tidak bersifat teratogenik seperti rubella, infeksi campak tetap berdampak negatif pada kesehatan ibu hamil, karena bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh sementara dan meningkatkan risiko infeksi lanjut.

Dia menjelaskan bahwa kasus komplikasi berat yang berujung pada kematian cukup langka, dengan angka sekitar satu per seribu pasien. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai terlebih pada individu rentan.

Adityo menambahkan bahwa campak tidak memiliki antivirus spesifik untuk pengobatan. Oleh karena itu, terapi dilakukan dengan fokus pada pengelolaan gejala dan pemberian dukungan medis. “Penting untuk memastikan pasien mendapatkan cairan dan nutrisi yang cukup, serta dipantau secara rutin,” katanya.

Dokter tersebut juga menyebutkan bahwa suplementasi vitamin A dapat membantu menjaga kesehatan mukosa dan mempercepat proses pemulihan. PAPDI menekankan bahwa vaksinasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah infeksi serta mengurangi risiko komplikasi.

Dalam upaya meminimalkan penyebaran penyakit, PAPDI mendorong peningkatan cakupan vaksinasi, khususnya bagi kelompok yang belum mendapat perlindungan imunisasi lengkap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *