Facing Challenges: Makanan digoreng dapat mengurangi nutrisi yang dibutuhkan anak
Makanan digoreng dapat mengurangi nutrisi yang dibutuhkan anak
Jakarta – Dr. dr. Tan Shot Yen, M.Hum, seorang dokter dan ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), mengungkapkan bahwa cara memasak dengan menggoreng sering kali menjadi kebiasaan yang kurang sehat di kalangan keluarga. Menurut Tan, metode ini bisa mengubah nutrisi menjadi lemak trans yang berpotensi merugikan tubuh. “Nutrisi tidak benar-benar hilang, tetapi berubah menjadi trans fat yang justru merusak kesehatan,” jelasnya saat diwawancarai ANTARA, Selasa.
Kandungan karsinogen dalam makanan digoreng
Makanan yang digoreng, seperti deep fry, mengandung karsinogen yang bisa memicu terbentuknya kanker. Hal ini disebabkan oleh adanya senyawa akrilamida dan polisiklik aromatik hidrokarbon, yang terbentuk dari interaksi karbohidrat atau protein dengan suhu tinggi. Paparan makanan goreng secara berlebihan pada anak-anak bisa mengganggu penyerapan nutrisi yang optimal, sehingga berisiko menyebabkan kekurangan gizi sejak dini.
“Kurang gizi di usia dini bisa mengakibatkan gangguan tumbuh kembang, seperti tubuh kurus, pertumbuhan pendek, atau bahkan kegemukan,” tambah Tan.
Pilihan metode masak alternatif
Menurut Tan, mengganti metode masak goreng dengan teknik lain seperti pepes, sayur tumis, atau masakan kuah dengan bumbu asam bisa memberi manfaat lebih besar bagi kesehatan anak. Kombinasi ini tidak hanya aman, tetapi juga bisa dinikmati oleh semua anggota keluarga untuk mengurangi konsumsi lemak jahat.
Peran ASI dalam memenuhi gizi anak
Di samping itu, Tan menekankan pentingnya asupan ASI yang cukup selama dua tahun atau lebih. “ASI hingga usia dua tahun atau lebih,” ujarnya. Ia juga menyarankan penguasaan pengetahuan gizi keluarga agar makanan yang disajikan lebih bervariasi dan memenuhi kebutuhan nutrisi anak sesuai tahap usianya.
Sumber referensi untuk panduan gizi
Tan merekomendasikan memperhatikan panduan yang terdapat dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Buku ini memberikan informasi tentang proporsi sayur, buah, serta lauk hewani yang seharusnya disiapkan untuk setiap jam makan anak saat MPASI hingga usia lima tahun.