Key Discussion: Asa Bafagih dikenang lewat buku, Dirut ANTARA tekankan budaya literasi

Asa Bafagih Dikenang Melalui Buku, Dirut ANTARA Tekankan Budaya Literasi

Jakarta, Minggu – Peluncuran buku karya Nabiel A Hayazeini berjudul “Asa Bafagih” dihadiri oleh Direktur Utama LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar. Ia menegaskan bahwa buku ini memiliki makna lebih dari sekadar karya tulis, karena menggambarkan perjalanan hidup, pemikiran, serta kontribusi Asa Bafagih yang erat kaitannya dengan dunia literasi dan ruang publik.

Dalam acara tersebut, Benny menyampaikan bahwa buku tersebut menjadi cerminan dari jejak seorang tokoh yang ikut membentuk sejarah awal ANTARA. Ia menyoroti nilai-nilai yang terkandung dalam karya ini, yang relevan dengan kehidupan modern dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam konteks budaya tulis.

Buku ini mengajak kita untuk berhenti sejenak, merenung, serta mengeksplorasi makna kehidupan secara lebih dalam di tengah arus informasi yang cepat namun sering kali dangkal,” kata Benny.

Benny juga menyoroti peran Asa Bafagih dalam sejarah pers nasional, khususnya pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Saat itu, ia bertindak sebagai redaktur yang menyebarluaskan naskah proklamasi dari Adam Malik kepada publik.

Menurut Benny, peluncuran buku di ANTARA Heritage Center (AHC) memiliki makna simbolis yang kuat. Ia menekankan bahwa AHC bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi ruang yang memupuk dialog dan diskusi antar masyarakat. Sebagai saksi bisu sejarah jurnalistik Indonesia, tempat ini merepresentasikan transformasi dari budaya tutur ke bentuk tulisan yang abadi.

“ANTARA Heritage Center menjadi simbol peradaban yang didokumentasikan melalui buku sebagai media yang tahan lama,” ujarnya. Ia berharap buku ini menjadi inspirasi bagi masyarakat, menggali perspektif baru, serta memperkuat nilai literasi sebagai fondasi penting dalam pembangunan budaya.

Ahad, peluncuran dan diskusi buku ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, seperti Alwi Shihab, Okky Tirto, serta Hadi Nur Ramadhan, bersama keluarga besar Bafagih. Benny menyampaikan apresiasi kepada penulis yang berhasil merangkai jejak pemikiran tokoh tersebut menjadi karya literasi nasional yang bernilai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *