Key Discussion: Kiat menata ruang kerja di rumah saat WFH

Kiat Menata Ruang Kerja di Rumah Saat WFH

Dalam dunia kerja yang semakin fleksibel, seperti Work from Home (WFH), Melina Ardianti Hadiatmodjo, seorang desainer ruangan, memberikan panduan penting untuk menyusun area kerja yang optimal. Terutama bagi aparatur sipil negara (ASN) yang secara rutin bekerja di rumah setiap Jumat, tata ruang yang tepat bisa memperbaiki produktivitas dan kenyamanan.

Postur dan Kenyamanan

Menurut Melina, kenyamanan jangka panjang harus dipertimbangkan. Ia menyarankan untuk menghindari bekerja di atas tempat tidur karena bisa menimbulkan rasa kantuk. Alternatif yang bisa dicoba adalah menggunakan bantal penyangga atau meja lipat agar postur tubuh tetap terjaga.

“Ketika kita berada di area kerja yang terpisah, tubuh lebih mudah terjaga. Karpet kecil, meja lipat, atau perubahan arah duduk bisa menjadi batas visual yang membantu peralihan dari keadaan santai ke mode kerja,” ujar Melina.

Cahaya Alami dan Tata Ruang

Pemilihan cahaya juga menjadi faktor kunci. Melina menekankan bahwa pencahayaan alami adalah pilihan terbaik untuk meningkatkan fokus. Jika area kerja berada di ruang terbuka seperti teras, waktu kerja sebaiknya diatur agar lebih sepi.

“Sudut kecil dengan pencahayaan tepat bisa memberikan efek seefektif meja kantor. Area gelap membutuhkan lampu tambahan untuk menjaga konsentrasi mata,” katanya.

Sebagai tambahan, Melina merekomendasikan penggunaan sofa atau lantai sebagai tempat duduk, selama ada penyangga punggung. Pijakan kaki yang sederhana juga berperan dalam menjaga kelelahan fisik.

Rutinitas dan Pemisahan Waktu

Menurut desainer ruangan ini, rutinitas kecil bisa menjadi penanda awal dan akhir pekerjaan. Contohnya, menata meja dalam satu menit sebelum memulai, atau menyiapkan minuman favorit sebagai sinyal “hari kerja dimulai”.

“Rutinitas tidak perlu rumit, asalkan konsisten dan sesuai dengan ritme sehari-hari,” tambah Melina.

Setelah selesai bekerja, ia menyarankan untuk memisahkan alat kerja dan mengakhiri sesi dengan aktivitas seperti mematikan lampu atau pindah ke ruang lain. Langkah ini membantu otak dan tubuh beralih ke mode istirahat.

Pengelolaan Kebersihan dan Suara

Area terbatas harus mudah dibersihkan agar ruang tetap nyaman. Melina menyarankan wadah penyimpanan portabel untuk menghindari dokumen berserakan. Kebersihan meja juga berdampak langsung pada fokus pekerja.

Untuk mengurangi gangguan suara, menggunakan karpet atau tirai tebal bisa membantu. Selain itu, headset dengan fitur noise cancelling menjamin kejelasan rapat daring di tengah kondisi rumah yang bising.

Kombinasi Ruangan dan Batas Visual

Banyak rumah menggabungkan ruang makan, keluarga, dan kerja dalam satu area. Melina mengatakan bahwa perbedaan kecil, seperti penggunaan meja lipat atau arah duduk, bisa membantu otak memisahkan antara waktu santai dan bekerja.

“Ketika semua ruangan terasa menyatu, ritual menyimpan alat kerja setelah selesai menjadi kunci utama untuk memisahkan aktivitas profesional dan pribadi,” terang Melina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *