Key Discussion: Menekraf jajaki kolaborasi di bidang industri kreatif dengan Irlandia
Menekraf Jajaki Kolaborasi di Bidang Industri Kreatif dengan Irlandia
Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengupas potensi kerja sama antara Indonesia dan Irlandia untuk meningkatkan sektor kreatif sebagai penggerak ekonomi. Menurutnya, Irlandia bisa menjadi mitra strategis dalam membentuk ekosistem kreatif Indonesia yang lebih inklusif dan berorientasi global.
Peluang Kolaborasi dengan Negara Berpengaruh
Menurut Menteri Ekraf, Irlandia memiliki kekuatan dalam menyampaikan cerita melalui konten, industri digital, sastra, dan film. Ini menunjukkan potensi ekosistem kreatif yang terhubung secara internasional. “Ekonomi kreatif tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membentuk sistem ekonomi yang lebih modern dan berwawasan jangka panjang,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu.
“Saint Patrick’s Day bukan hanya perayaan tentang Irlandia, tetapi juga tentang kreativitas dan budaya yang terkoneksi dengan komunitas global. Kami melihat Indonesia sebagai mitra penting sehingga ekonomi kreatif menjadi inti dari kerja sama yang ingin kami bangun dan tumbuhkan bersama,” ucap Sharon Lennon, Duta Besar Irlandia untuk Indonesia.
Dalam pertemuan yang sekaligus merayakan Hari Nasional Irlandia, Sharon Lennon menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Ekraf dan timnya. Ia menekankan bahwa hubungan kreativitas dan budaya antara dua negara menjadi fondasi kerja sama yang bermakna.
Irlandia dikenal sebagai salah satu eksportir jasa kreatif terbesar dunia, dengan nilai ekspor mencapai USD231 miliar pada 2022. Sementara itu, ekspor Indonesia ke Irlandia di bidang komputer dan mesin pengolah data tercatat sebesar USD11,9 juta tahun ini. Dengan demikian, keterhubungan antarnegara berpotensi mendorong kolaborasi yang lebih produktif.
Riefky menambahkan bahwa Kementerian Ekraf akan berupaya memperkuat pertukaran talenta melalui program seperti residensi seniman, kerja sama akademik, dan inisiatif budaya. Tujuannya adalah agar industri kreatif Indonesia bisa bersaing secara nasional dan global, terutama melalui inovasi dan keterampilan unggul.
Sharon Lennon juga menyoroti komitmen Irlandia dalam memperluas kerja sama internasional, termasuk dengan Indonesia. Misi diplomatik negara ini mencakup sektor mode, game, gastronomi, serta industri kreatif lainnya untuk lebih dari 50 negara. Ia berharap Indonesia dapat menjadi bagian dari perayaan Saint Patrick’s Day global, sekaligus mempererat kemitraan dengan para pelaku kreatif dan akademisi dari kedua negara.