Key Strategy: Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, Daun Pisang Bisa Jadi Solusi
Harga Plastik Naik Gila-Gilaan, Daun Pisang Bisa Jadi Solusi
Pengaruh Kenaikan Harga Plastik
Konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menyebabkan lonjakan harga plastik yang signifikan. Hal ini terjadi karena gangguan distribusi minyak dan bahan baku petrokimia, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz. Kenaikan biaya material ini berpotensi mendorong perubahan dalam pola konsumsi dan penggunaan kemasan.
Peralihan ke Kemasan Ramah Lingkungan
Dosen Teknik Lingkungan dari Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga, Dr Rizkiy Amaliyah Barakwan, menilai situasi ini sebagai kesempatan untuk beralih ke opsi kemasan yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, bahan alternatif seperti daun pisang atau kertas daur ulang memiliki keunggulan dalam kemampuan terurai, bisa membusuk dalam beberapa minggu. Selain itu, penggunaannya mengurangi jejak karbon dan mendukung ekonomi sirkular.
“Penggunaan kemasan ramah lingkungan juga mendukung pelaku lokal, seperti petani daun pisang hingga produsen kertas daur ulang,” ujar Rizkiy dalam keterangannya yang dikutip pada Jumat (10/4/2026).
Tren Perubahan Perilaku Konsumen
Belakangan, pergeseran UMKM ke kemasan berkelanjutan mulai menjadi perhatian di media sosial. Fenomena ini dianggap bisa memicu perubahan kebiasaan konsumen yang mulai terbiasa dengan bahan non-plastik. Rizkiy menekankan bahwa keberlanjutan tidak hanya didorong oleh regulasi, tetapi juga permintaan pasar.
Pengembangan Sistem Dukungan
Menurut Rizkiy, peluang peralihan ke bahan daur ulang akan maksimal jika disertai dengan sistem pendukung yang baik. Ini mencakup standarisasi higienitas, keamanan pangan, serta edukasi kepada pelaku usaha dan konsumen. Kebijakan pemerintah seperti insentif bagi UMKM yang beralih ke kemasan ramah lingkungan juga dinilai penting.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Rizkiy menambahkan bahwa perubahan ini bisa mendukung beberapa target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk konsumsi dan produksi berkelanjutan serta perlindungan ekosistem. Ia juga menekankan perlunya edukasi agar transisi tidak hanya mengganti bahan, tetapi juga meningkatkan pengelolaan limbah secara menyeluruh. “Masyarakat bisa mulai dengan mengurangi penggunaan plastik, menggunakan kembali, dan beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan,” katanya.