Key Strategy: Kiat kelola rasa kecewa akibat tak lolos tahap seleksi SNBP

Kiat kelola rasa kecewa akibat tak lolos tahap seleksi SNBP

Jakarta – Dosen Program Studi Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Wieka Dyah Partasari, M.Si., Psikolog, memberikan beberapa strategi bagi pelajar yang tidak diterima dalam seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Menurutnya, emosi seperti kecewa atau sedih setelah tidak lolos adalah respons alami yang bisa dipahami. “Perasaan ini wajar dan harus diakui, bukan disembunyikan, agar bisa diproses secara efektif dan tidak menyisakan dampak buruk jangka panjang,” ujarnya dalam pernyataan resmi di Jakarta, Kamis. Wieka menekankan bahwa emosi tersebut muncul karena siswa telah berusaha maksimal untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Karena itu, kemampuan mengelola emosi menjadi penting agar rencana masa depan tetap bisa dijalani dengan baik.

Menerima Emosi dengan Tenang

Pertama, siswa dianjurkan untuk menerima perasaan kecewa tanpa memaksakan diri untuk terlihat semangat. Menangis atau merasa sedih adalah hal yang manusiawi dan bermanfaat, karena proses ini bisa membantu tubuh melepaskan tekanan emosional. “Dengan memberi ruang pada emosi, kamu mempercepat pemulihan diri. Daripada disimpan, emosi yang dilepas justru lebih sehat,” katanya. Wieka menyarankan untuk tidak memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja, melainkan memberikan waktu pada diri sendiri untuk memproses perasaan secara alami.

Membagi Emosi dengan Orang Terpercaya

Kunci berikutnya adalah berbagi perasaan dengan pihak yang bisa dipercaya, seperti teman dekat atau keluarga. Memendam emosi sendirian dapat memperberat beban mental. Oleh karena itu, memilih tempat yang aman dan mendukung sangat diperlukan. Sebaliknya, mengekspresikan emosi di media sosial mungkin tidak membantu dan bisa menimbulkan reaksi yang tidak terduga. Dengan berbicara, emosi bisa lebih ringan dan pikiran lebih tenang.

Menenangkan Diri melalui Aktivitas Favorit

Untuk melanjutkan proses pemulihan, Wieka menyarankan aktivitas yang disukai, seperti mendengarkan musik, berolahraga, menulis, atau sekadar merenung sendiri. Kegiatan ini membantu pikiran menjadi lebih jernih dan emosi lebih stabil. Setelah perasaan membaik, langkah berikutnya adalah mengevaluasi tujuan masa depan. “Jangan hanya fokus pada nama kampus, tapi juga jurusan dan bidang yang ingin ditekuni,” imbuhnya. Gagal SNBP tidak berarti perjalanan pendidikan berhenti, melainkan membuka peluang lain seperti SNBT, jalur mandiri, atau perguruan tinggi swasta.

Menjelajahi Pilihan yang Lebih Luas

Sebelum memutuskan langkah selanjutnya, Wieka menekankan pentingnya mencari informasi menyeluruh tentang institusi pendidikan yang diminati. Siswa bisa memulai dari situs resmi, bertanya ke alumni, atau mendengarkan pengalaman mahasiswa yang sedang kuliah. Dengan memperluas wawasan, siswa lebih siap mengambil keputusan yang tepat dan sesuai dengan minat serta potensi diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *