Key Strategy: Mau Ganti Paspor? Singapura Siap Kasih 30.000 Kewarganegaraan Baru

Mau Ganti Paspor? Singapura Siap Kasih 30.000 Kewarganegaraan Baru

Penyesuaian Kebijakan Berdasarkan Tren Demografi

Pemerintah Singapura berencana menerima hingga 30.000 warga baru setiap tahun selama lima tahun mendatang, menurut laporan terbaru. Kebijakan ini disesuaikan dengan dinamika populasi, termasuk tingkat kelahiran total atau Total Fertility Rate (TFR). Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong menyampaikan dalam debat anggaran Kantor Perdana Menteri, dikutip dari laman Strait Times pada Jumat (10/4/2026), bahwa tahun lalu pemberian kewarganegaraan mencapai sekitar 25.000 orang. Dalam lima tahun ke depan, jumlah tersebut diperkirakan berada di rentang 25.000 hingga 30.000 per tahun.

Penyesuaian Status Penduduk Tetap

Di samping kewarganegaraan, Singapura juga akan menyesuaikan jumlah penerima permanent resident (PR), yang merupakan jalur utama menuju kewarganegaraan. Saat ini, jumlah penduduk tetap di negara tersebut stabil sekitar 540.000 orang selama beberapa tahun terakhir. Diperkirakan, dalam lima tahun ke depan, pemerintah akan menerima sekitar 40.000 PR per tahun, sedikit lebih tinggi dari 35.000 yang diberikan tahun lalu.

Kondisi Demografi dan Pertumbuhan Populasi

Pemerintah mempertimbangkan kesiapan infrastruktur serta kapasitas sosial masyarakat dalam menerima pendatang baru. Gan Kim Yong menegaskan bahwa jumlah imigran yang diterima akan ditinjau ulang setiap tahun. Penyesuaian dilakukan dengan memperhitungkan TFR, faktor demografi lain, serta kualitas dan jumlah pelamar. Ia juga menjelaskan bahwa pertumbuhan populasi warga negara Singapura semakin melambat. Dalam beberapa tahun terakhir, laju pertumbuhan turun dari 0,9% menjadi 0,8%, lalu 0,7% pada tahun lalu.

“Kami akan menyesuaikan berdasarkan tren demografi, termasuk TFR,” ujar Gan dalam debat anggaran.

Menurut Gan, pertumbuhan populasi ke depan diperkirakan bisa melambat hingga sekitar 0,5% per tahun. Namun, angka ini tetap bergantung pada kemampuan mempertahankan tingkat kelahiran. “Bahkan dengan pertumbuhan sekitar setengah persen, itu tetap menantang karena bergantung pada TFR,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *