Main Agenda: Menekraf: Kreativitas tidak bisa dikunci harganya

Menekraf: Kreativitas Tidak Bisa Dinilai dengan Harga Seragam

Pemerintah Mengembangkan Pedoman untuk Jasa Kreatif

Jakarta – Setelah pertemuan dengan Amsal Sitepu di Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta, Kamis, Menekraf Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa harga karya kreatif tidak bisa ditetapkan secara seragam. Ia menegaskan bahwa nilai kreativitas bergantung pada banyak variabel dalam proses pembuatan.

“Output-nya adalah bagaimana pedoman ini bisa menjelaskan bahwa kreativitas itu tidak memiliki harga nol dan juga tidak bisa dikunci karena tergantung hasil kreativitas,” ujarnya.

Dalam upaya menyeimbangkan nilai ekonomi karya kreatif, pemerintah sedang menyusun pedoman yang menjadi acuan bersama. Menurut Menekraf, pedoman ini bertujuan menjelaskan karakteristik serta peran ekonomi dari karya kreatif tersebut.

“Kalau dikunci harganya, ada beberapa variabel yang tidak bisa disamakan, seperti wilayah, pengalaman apakah pemula, junior, senior, atau master,” katanya.

Berdasarkan penjelasan Menekraf, penentuan harga jasa kreatif dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti lokasi kerja, tingkat pengalaman, dan jenis tugas. Perbedaan antara pekerjaan indoor dan outdoor juga memengaruhi nilai jasa tersebut.

“Belum lagi jenis pekerjaannya apakah indoor atau outdoor, misalnya foto studio dengan yang menggunakan drone di alam terbuka, itu tentu berbeda,” ujarnya.

Menekraf menambahkan bahwa pemerintah berhati-hati dalam menyusun pedoman agar tidak menghambat perkembangan industri kreatif. Ia menekankan bahwa penetapan harga yang terlalu kaku justru bisa merugikan penghargaan terhadap hasil kreatif.

Dalam proses penyusunan pedoman, Kementerian Ekonomi Kreatif menggandeng berbagai pihak, seperti asosiasi profesi, pelaku industri, dan akademisi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan analisis yang lebih menyeluruh terkait nilai ekonomi karya kreatif.

Pemerintah berharap pendekatan ini dapat meningkatkan pemahaman bersama tentang karya kreatif sekaligus mendorong ekosistem industri yang lebih sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *