Main Agenda: Potret Alquran Tertua Berusia 1.000 Tahun Dipamerkan di Arab Saudi
Potret Alquran Tertua Berusia 1.000 Tahun Dipamerkan di Arab Saudi
Koleksi Warisan Budaya di Perpustakaan Raja Abdulaziz
Di Arab Saudi, Perpustakaan Umum Raja Abdulaziz menampilkan salah satu koleksi paling kuno yang dimilikinya. Koleksi ini berupa manuskrip Al-Qur’an yang diperkirakan berusia sekitar satu milenium. Teks tersebut ditulis menggunakan aksara Andalusia, dengan nama-nama surat yang dihadirkan dalam bentuk aksara Kufi, seperti yang dilaporkan Gulf News pada Jumat (3/4/2026).
Manuskrip Gharib Al-Qur’an dan Penulisnya
Manuskrip bernama Gharib Al-Qur’an ini dipercaya ditulis oleh ulama kuno Abu Ubaidah Ma’mar Ibn Al-Muthanna. Karya tersebut terdiri dari 23 halaman dengan ukuran kertas 17 x 22 cm. Selain itu, perpustakaan juga menampilkan karya-karya dari tokoh-tokoh seperti Abu Ishaq Al-Zajjaj dan Ibn Qutaybah Al-Dinawari, serta bagian dari Tafsir al-Tabari yang disalin pada abad keenam.
Warisan Budaya yang Diversifikasi
Sebagai bagian dari upaya memperkaya pengalaman pengunjung, perpustakaan menyajikan lebih dari 185 manuskrip langka terkait tafsir Al-Qur’an. Koleksi ini mencakup ratusan teks yang menjelaskan cara membaca, tata bahasa, serta interpretasi kitab suci. Pihak perpustakaan berkomitmen untuk memperluas akses ke berbagai bentuk warisan budaya, tidak hanya manuskrip tetapi juga dokumen, foto, koin, hingga artefak bersejarah.
Dukungan bagi Penelitian Akademis
Dengan pameran ini, pengunjung diharapkan dapat menjelajahi dan berinteraksi langsung dengan berbagai aspek kekayaan budaya. Di sisi lain, perpustakaan juga menawarkan fasilitas untuk penelitian akademis, dengan membuka koleksi langka kepada para cendekiawan. Tujuan utamanya adalah memastikan manuskrip dan dokumen sejarah bisa menjadi sumber pengetahuan yang relevan bagi studi ilmiah.
Menariknya, nama-nama surat dalam manuskrip tersebut ditulis dengan aksara Kufi, sebagaimana dikutip dari Gulf News, Jumat (3/4/2026).