New Policy: Pakar Ungkap 4 Mitos Bagi Penderita Diabetes

Pakar Ungkap 4 Mitos Umum tentang Diabetes

Di tengah meningkatnya kesadaran publik akan pentingnya pengendalian kadar gula darah, terdapat sejumlah informasi yang salah mengalir di tengah banyaknya data kesehatan. Dua ahli yang terakreditasi memberikan penjelasan untuk mengubah persepsi umum mengenai kondisi ini. Berikut adalah empat mitos yang dipecahkan, dikutip dari sumber terpercaya:

Mitos 1: Buah Harus Dihindari

Misinformasi mengenai buah seringkali mengarah pada kesimpulan bahwa penderita diabetes tidak boleh mengonsumsinya. Kaitlin Hippley, seorang ahli nutrisi dan edukator diabetes, menyatakan bahwa anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Ia menegaskan bahwa buah utuh memiliki manfaat signifikan bagi tubuh.

“Faktanya, buah utuh mengandung serat, vitamin, serta antioksidan yang membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah,”

Sebuah meta-analisis dari 19 uji klinis menunjukkan bahwa konsumsi buah segar atau kering dapat menurunkan kadar gula darah puasa. Hippley merekomendasikan pengaturan porsi buah dengan protein atau lemak sehat, seperti apel dicampur selai kacang atau beri digabungkan dengan yogurt Yunani.

Mitos 2: Diet Rendah Karbohidrat Wajib

Beberapa orang beranggapan bahwa semua karbohidrat merugikan kadar gula. Erin Palinski-Wade, ahli nutrisi, membantah pandangan ini. Menurutnya, tidak perlu menghindari karbohidrat sepenuhnya.

“Anda tidak wajib mengikuti diet rendah karbohidrat untuk mengelola gula darah,”

Palinski-Wade menekankan bahwa jenis dan jumlah karbohidrat menjadi kunci. Karbohidrat tinggi serat, seperti kacang dan biji-bijian utuh, jika dikonsumsi secara teratur dan disertai aktivitas fisik, ternyata efektif dalam mengontrol glukosa.

Mitos 3: “Bebas Gula” = Aman untuk Penderita Diabetes

Misconception mengenai label “sugar-free” muncul ketika konsumen mengira produk tersebut tidak menyebabkan lonjakan gula. Hippley mengingatkan bahwa label tersebut tidak selalu menjamin kandungan glikemik rendah.

“Produk yang terlabel bebas gula tetap bisa mengandung karbohidrat yang meningkatkan kadar gula darah,”

Ia menyarankan untuk memeriksa total karbohidrat, serat, dan protein secara menyeluruh. Tindakan ini penting agar penggunaan produk olahan tidak mengakibatkan kebingungan dalam pengaturan gula.

Mitos 4: Dessert Harus Dihindari Selamanya

Penderita diabetes sering kali merasa bersedih karena mengira mereka harus mengurangi makanan manis. Hippley mengatakan bahwa pengelolaan gula bukan berarti menghindari makanan tertentu secara ketat.

“Mengelola gula adalah tentang keseimbangan, bukan pembatasan. Dessert bisa dimasukkan dalam rencana diet jika dikontrol secara tepat,”

Contoh alternatif sehat termasuk membuat es krim dari pisang beku atau menggunakan yogurt Yunani sebagai pengganti krim.

Strategi Tambahan untuk Stabilkan Gula Darah

Para ahli juga membagikan rekomendasi praktis: – Hydrasi dan Aktivitas Ringan: Minum air putih cukup serta berjalan kaki selama 10 menit setelah makan membantu menjaga kadar glukosa. – Konsumsi Alpukat: Mengganti lemak jenuh atau karbohidrat olahan dengan alpukat bisa memberi efek positif karena kandungan seratnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *