Paparan unsur alam ke dalam rumah dikaitkan dengan penurunan asma anak

Paparan Unsur Alam dalam Rumah Berkaitan dengan Penurunan Risiko Asma Pada Anak-Anak

Jakarta – Sebuah penelitian terbaru oleh tim ilmuwan Finlandia menunjukkan bahwa pengenalan elemen alam ke dalam lingkungan rumah berdampak positif pada fungsi pernapasan bayi dan meningkatkan keragaman mikrobioma di area dalam ruangan, yang berperan dalam memperkuat sistem imun. Artikel tersebut dipublikasikan oleh New York Post pada Sabtu (4/4), menyebutkan bahwa penelitian ini menggunakan karpet tanah yang ditempatkan di depan pintu lima rumah, dengan tujuan mengubah komposisi mikrobioma rumah.

Metode Penelitian

Para peneliti mengaplikasikan tanah hutan ke karpet untuk meningkatkan jumlah bakteri dan jamur yang terkait lingkungan alam. Martin Täubel, seorang ahli mikrobiologi dan penulis utama studi, mengatakan bahwa tindakan ini menghasilkan peningkatan signifikan pada bakteri hutan dalam udara rumah.

“Mengaplikasikan tanah hutan ke karpet menyebabkan peningkatan yang jelas pada bakteri yang terkait dengan tanah hutan di udara,” ujar Martin Täubel.

Temuan Utama

Asma merupakan penyakit kronis yang umum terjadi di Finlandia, memengaruhi sekitar 5 juta anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penempatan karpet tanah di depan pintu membantu mengaduk partikel mikroskopis yang masuk ke dalam ruangan, memperkaya mikrobioma. Dampak terbesar terlihat di apartemen lantai delapan, tempat tinggal satu orang dewasa dan satu anak yang diasuh secara sementara, tanpa hewan peliharaan serta ventilasi mekanis.

“Bakteri hutan pada ketinggian pernapasan bayi di dekat karpet meningkat hampir 10 poin persentase setelah tanah ditambahkan hanya satu kali dibandingkan dengan rumah kontrol,” tambah Täubel.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa rumah di perkotaan cenderung memiliki variasi mikroorganisme yang lebih sedikit dibandingkan dengan rumah pedesaan. Pola ini mungkin berhubungan dengan peningkatan risiko asma dan alergi pada anak-anak di lingkungan urban. Dalam penelitian ini, perubahan mikrobioma terdeteksi tidak hanya di area karpet, tetapi juga menyebar ke bagian lain rumah.

“Sangat menggembirakan melihat bahwa tanda-tanda paparan mikroba yang terkait dengan risiko asma yang lebih rendah mungkin meningkat di rumah-rumah perkotaan dengan intervensi sederhana dan berbiaya rendah seperti ini,” kata Pirkka Kirjavainen, penulis senior makalah.

Meski hasil menjanjikan, penelitian ini masih bersifat kecil dan terbatas pada wilayah Finlandia timur. Dengan demikian, studi lebih luas di daerah lain diperlukan untuk memvalidasi temuan tersebut. Kirjavainen menegaskan bahwa langkah berikutnya adalah mengevaluasi apakah intervensi semacam ini bisa menghasilkan manfaat kesehatan yang diharapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *