PAPDI rekomendasikan vaksinasi untuk cegah campak pada orang dewasa
PAPDI Rekomendasikan Vaksinasi untuk Cegah Campak pada Orang Dewasa
Dalam sebuah pernyataan di Jakarta, PAPDI mengingatkan pentingnya vaksinasi MMR (measles, mumps, rubella) untuk mencegah penyebaran penyakit campak di kalangan dewasa. Rekomendasi ini disampaikan oleh dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD, K-A.I, FINASIM, yang juga merupakan konsultan alergi dan imunologi.
Vaksinasi Juga Penting untuk Dewasa
Dokter Sukamto menegaskan bahwa vaksinasi campak pada orang dewasa bukan sekadar diperlukan, tetapi sangat penting. Pernyataan tersebut disampaikan pada Selasa dalam acara PAPDI Forum dan Konferensi Pers dengan tema “Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi.”
“Vaksinasi campak pada dewasa bukan hanya perlu, tetapi sangat perlu,” ujarnya.
Direkomendasikan vaksinasi MMR bagi dewasa yang belum terbukti memiliki kekebalan terhadap campak, baik karena belum pernah menerima vaksinasi sebelumnya maupun tidak memiliki riwayat infeksi. Kelompok rentan seperti tenaga medis, pelancong yang berkunjung ke daerah endemis, dan individu tinggal di lingkungan padat seperti asrama dianjurkan menjalani prosedur ini.
Skenario Pemberian Vaksin
Secara umum, satu hingga dua suntikan vaksin MMR diberikan kepada orang dewasa, dengan jarak antar-pemberian minimal 28 hari. Hal ini terutama diperlukan bagi mereka yang belum pernah mendapat imunisasi sebelumnya.
Dokter Sukamto menyoroti bahwa campak adalah penyakit yang sangat menular. Satu kasus bisa menyebar ke 12 sampai 18 orang lainnya. Penyakit ini juga berpotensi menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, radang otak, atau gangguan sistem kekebalan tubuh jangka panjang.
Vaksinasi sebagai Pelindung Kelompok
Menurut dr. Sukamto, vaksinasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga berperan dalam membangun kekebalan kelompok. “Semakin tinggi cakupan vaksinasi, semakin sulit virus menyebar,” katanya.
PAPDI mendorong masyarakat untuk mengecek status vaksinasi mereka dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika tidak memiliki catatan imunisasi. Bagi yang belum pernah mendapat vaksin, disarankan untuk segera menjalani prosedur pencegahan tersebut.