Solution For: IDAI anjurkan orang tua waspadai risiko paparan mikroplastik pada anak

IDAI anjurkan orang tua waspadai risiko paparan mikroplastik pada anak

Kondisi saat ini dan data yang terbatas

Dokter Piprim Basarah Yanuarso, ketua umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengungkapkan bahwa data mengenai paparan mikroplastik pada bayi di Indonesia masih terbatas. “Data primer kami belum punya, ini masih data sekunder, tapi ini harus menjadi awareness,” katanya usai acara media briefing di Balai Budaya, Jakarta, Senin. Menurutnya, hal ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran orang tua terkait dampak mikroplastik terhadap kesehatan anak.

Paparan sejak dalam kandungan

Menurut dr. Piprim, mikroplastik dapat terdeteksi dalam tinja pertama bayi, yaitu mekonium, bahkan sebelum lahir. “Di darah ibu yang cukup tinggi mikroplastiknya, itu bisa disalurkan melalui plasenta, kemudian sampai ke bayi dan jadi mekonium bayi,” katanya. Ia menegaskan bahwa mikroplastik tidak bisa diuraikan secara alami dan akan tetap ada di dalam tubuh. “Bukti-bukti sains menunjukkan bahwa mikroplastik itu tidak bisa didegradasi, dia akan terus ada,” tambahnya.

Kebutuhan kesadaran dan langkah pencegahan

dr. Piprim mendorong orang tua untuk lebih waspada terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. “Kita harus lebih aware bahan-bahan yang kita gunakan untuk makan dan minum, terutama kalau dipanaskan,” katanya. Ia menjelaskan bahwa penggunaan wadah plastik untuk memanaskan makanan atau minuman bisa meningkatkan risiko masuknya mikroplastik ke dalam tubuh. Dengan demikian, para orang tua perlu memperbarui pengetahuan tentang mikroplastik dan cara menghindarinya.

Pelaksanaan kajian dan rekomendasi

IDAI sedang melakukan kajian untuk mengevaluasi dampak paparan mikroplastik terhadap kesehatan anak. “Kami masih mengkaji ini seperti apa rekomendasinya, nanti akan kami sampaikan kalau bukti-buktinya sudah cukup,” kata dr. Piprim. Ia menambahkan bahwa organisasinya akan menyusun rekomendasi pencegahan dan penanggulangan masalah tersebut setelah memiliki bukti yang memadai. “Menjadi orang tua, kita juga tidak boleh lepas dari ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *