Studi di Australia ungkap mengisap vape berpotensi picu kanker
Penelitian Terbaru dari Australia Menunjukkan Vape Bisa Picu Kanker
Dari Sydney, studi terbaru yang diketuai para ahli kanker Australia menemukan bahwa vape berbasis nikotin, atau rokok elektronik (e-cigarette), berpotensi menyebabkan kanker paru-paru dan rongga mulut. Temuan ini disampaikan melalui tinjauan menyeluruh yang dilakukan oleh Universitas New South Wales (UNSW) pada Selasa (31/3).
Tim Peneliti Melibatkan Berbagai Ahli
Tim peneliti yang dipimpin oleh Adjunct Professor Bernard Stewart dari UNSW terdiri dari apoteker, epidemiolog, ahli bedah toraks, serta pakar kesehatan masyarakat. Mereka menganalisis data dari 2017 hingga 2025, mencakup penelitian klinis, uji coba pada hewan, dan eksperimen laboratorium, untuk mengidentifikasi dampak bahan kimia dalam vape.
Bukti Kuat Mengenai Kerusakan Jaringan
Berdasarkan hasil yang dipublikasikan di jurnal Carcinogenesis, tim tersebut menemukan bukti konsisten tentang efek merusak DNA, stres oksidatif, inflamasi, dan pertumbuhan tumor di paru-paru tikus yang terpapar uap vape. Zat-zat karsinogenik seperti senyawa volatil organik dan logam dari elemen pemanas juga terdeteksi dalam aerosol yang dihasilkan.
Banyak pengguna vape yang beralih dari rokok konvensional akhirnya kembali ke kebiasaan merokok, menciptakan “pola penggunaan ganda” yang memperumit upaya berhenti merokok,” jelas Freddy Sitas, seorang Lektor Kepala dari UNSW.
Data epidemiologis terbaru dari Amerika Serikat menunjukkan bahwa pengguna yang menggabungkan vape dan rokok konvensional menghadapi risiko empat kali lipat terkena kanker paru-paru. Meski demikian, Stewart menyatakan jumlah pasti pasien kanker yang terkait dengan penggunaan vape belum bisa ditentukan. Tinjauan kualitatif ini belum menyertakan angka estimasi, karena memerlukan data jangka panjang pada manusia.
Vape diperkenalkan sekitar dua dekade lalu. Masa tunggu 80 tahun untuk memutuskan dampaknya terlalu lama, menurut Sitas. Ia menekankan pentingnya regulator tidak mengulangi penundaan seratus tahun sebelum merokok diakui sebagai penyebab kanker paru-paru.