Tiga nutrisi esensial yang baik untuk janin menurut ahli
Jakarta – Ahli biokimia Prancis dan penulis buku terlaris New York Times Jessie Inchauspé mengatakan terdapat tiga jenis nutrisi esensial yang baik untuk janin dan perlu diketahui oleh ibu hamil. Dalam siaran Hindustan Times pada Selasa (7/4) waktu setempat, Jessie menyampaikan bahwa kecukupan nutrisi tertentu dapat membantu perkembangan bayi, pertumbuhan organ, dan kesehatan secara keseluruhan. Hal ini juga melindungi kesehatan ibu dan menjaga tingkat energi yang stabil sepanjang kehamilan.
Adapun nutrisi esensial yang disebutkan yakni kolin. Ia menganjurkan ibu hamil untuk mengonsumsinya setiap hari dengan takaran sekitar 450 miligram. Menurutnya, ibu bisa mendapatkan kolin melalui telur yang satu kuning telurnya mengandung sekitar 125 miligram kolin.
Per hari cobalah konsumsi sebanyak empat butir telur. Sumber kolin baik lainnya seperti ayam, daging sapi atau ikan (75-80 mg, per 100 g), keju cottage (20 miligram, per 100 gram), yoghurt (16 miligram per 100 gram). Jessie menyebut kolin sangat baik untuk perkembangan otak bayi.
“Jika anda tidak mengonsumsi makanan hewani, kedelai adalah sumber kolin nabati terkaya (48 mg per 100 g), dan anda dapat mengonsumsi suplemen kolin bitartrat," ujar Jessie. Berikutnya yang disebut perlu dikonsumsi ibu hamil adalah protein, setidaknya 1,5 gram protein per kilogram berat badan sebelum kehamilan per hari pada trimester ke-2 dan ke-3 guna memperkuat perkembangan organ bayi. Terakhir adalah asam lemak Omega-3, terutama DHA, yang juga penting untuk pertumbuhan otak bayi dan mencegah kelahiran prematur.
Di antara banyak sumber, ia merekomendasikan untuk mengonsumsi ikan berlemak sebanyak tiga kali seminggu. Jenis ikan yang direkomendasikan seperti sarden, makarel, teri, haring, dan pilih suplemen makanan yang kaya akan DHA. Dalam kesempatan itu, dia turut memperingatkan terhadap gula dan sangat menganjurkan untuk membatasinya agar tetap di bawah 25 gram gula tambahan.
“Selama kehamilan, glukosa melewati plasenta dan dapat memengaruhi pemrograman metabolisme bayi anda dan kesehatan metabolisme di masa depan,” katanya. Jessie menjelaskan bahwa mengurangi asupan gula membantu mengurangi peradangan dan mencegah lonjakan insulin berlebih pada bayi, yang pada gilirannya menurunkan risiko diabetes dan obesitas di kemudian hari.