Visit Agenda: Menbud dorong penguatan peran keraton sebagai pusat edukasi budaya
Menbud Dorong Peningkatan Peran Keraton Sebagai Pusat Edukasi Budaya
Dari Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya mengembangkan Keraton Kasepuhan Cirebon menjadi pusat edukasi budaya yang lebih dinamis. Ia menyarankan modernisasi cara pameran Museum Pusaka di dalam keraton tersebut serta memperkuat narasi sejarah yang disampaikan. “Dengan literasi yang lebih dalam dan desain tata letak yang lebih interaktif, kita ingin generasi muda merasakan perubahan dalam arsitektur dan budaya dari masa lalu hingga sekarang,” jelas Fadli dalam pernyataannya yang diterima Jumat lalu.
Fadli mengapresiasi koleksi Museum Pusaka Keraton Kasepuhan yang dinilai lengkap dan unik. Ia menambahkan bahwa cerita sejarah di sana merupakan bagian penting dari kekayaan nasional, sehingga metode ‘storytelling’ harus ditingkatkan untuk menarik perhatian pengunjung.
“Museum sudah cukup baik, tinggal sedikit penyesuaian pada narasi dan pencahayaan agar penyampaian histori lebih kuat dan menarik,” kata Fadli.
Kanjeng Gusti Pangeran Raja Adipati Sultan Sepuh XV Luqman Zulkaedin menyambut langsung kunjungan Menteri Kebudayaan. Sultan menjelaskan bahwa Keraton Kasepuhan Cirebon memiliki sejarah sekitar 600 tahun, didirikan oleh Sunan Gunung Jati. Kesultanan ini merupakan pengembangan dari Kerajaan Pajajaran, sehingga usia tradisi budaya di sana lebih tua dibanding Keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Dalam penjelasannya, Sultan juga menyebutkan kondisi fisik bangunan keraton. Wilayah keraton itu memiliki luas sekitar 25 hektare. Pangeran Cakrabuana pernah membangun tembok bata di sekeliling area. Di dalamnya terdapat beberapa bangunan, seperti Siti Inggil, Gapura Candi Bentar, Museum Pusaka Kasepuhan, Bangunan Keraton Kasepuhan Dalem Agung Pakungwati, dan struktur lainnya.
Sultan menyatakan bahwa kondisi fisik keraton membutuhkan perawatan khusus. Dengan kunjungan langsung Menteri Kebudayaan, ia berharap Keraton Kasepuhan Cirebon semakin relevan sebagai tempat edukasi budaya dan sains bagi masyarakat. Fadli Zon juga berkomitmen untuk terus mengunjungi berbagai pusat budaya lain di Nusantara.