What Happened During: PSV tidak alami fase menegangkan untuk pertahankan gelar liga

PSV Tidak Mengalami Fase Menaikkan Tekanan untuk Pertahankan Gelar Liga

Pelatih Mengungkap Perjalanan Tim ke Puncak Klasemen

Jakarta – Dalam wawancara dengan De Telegraaf, pelatih PSV Eindhoven Peter Bosz menyampaikan bahwa timnya tidak menghadapi situasi penuh tekanan dalam mencoba mempertahankan gelar juara Liga Belanda. “Yang terpenting adalah kita bisa menjuarai liga, dan di tiga musim terakhir, kita telah meraih gelar secara beruntun,” jelas Bosz. Ia menambahkan, tahun pertama mereka menang dalam 17 laga awal dengan performa stabil, sementara tahun kedua sempat mengalami penurunan yang membuat persaingan lebih ketat. Namun, musim ini PSV unggul 19 poin, sehingga tidak lagi merasa tertekan di fase akhir kompetisi.

“Tidak ada fase yang lebih menegangkan daripada musim ini. Saya memantau beberapa pertandingan dari rumah, sementara para pemain dan staf menonton di De Herdgang. Saat sudah jelas kita juara, banyak pesan masuk. Meski ada rasa bahagia, mungkin euforia tidak sepenuhnya terasa jika menonton sendirian,” ujar Bosz.

PSV berhasil memperkuat dominasi mereka di Liga Belanda 2025/2026 setelah menang 4-3 atas FC Utrecht pada pertandingan Sabtu (4/4). Kemenangan ini membuat mereka mengoleksi 71 poin di puncak klasemen. Di hari berikutnya, Minggu (5/4), rival terdekat, Feyenoord, bermain imbang 0-0 dengan Volendam, sehingga tak mungkin mengejar PSV. Bosz juga mengungkap bahwa timnya merayakan kemenangan dengan pesta tertutup setelah pertandingan selesai.

“Acaranya? Kami hanya akan berkumpul dan merayakan bersama. Saya ditelepon siang tadi, diminta hadir pukul 19.30. Tempatnya sudah dipersiapkan, tapi saya belum tahu detailnya. Keesokan harinya juga belum pasti, tergantung bagaimana malam ini berlangsung,” tutur Bosz.

Di tengah kebahagiaan, Bosz menyebut bahwa Jerdy, salah satu pemain inti, sangat penting bagi keberhasilan tim. Ia berharap pemain tersebut bisa menikmati momen ini meski ada risiko absen di Piala Dunia dan menjalani rehabilitasi. “Dia layak hadir sebagai kapten dan tokoh penting. Kami pasti akan berusaha membawanya ikut merayakan,” pungkas pelatih berusia 62 tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *