DKI lakukan pendataan Dilan untuk warga yang butuh layanan kesehatan
Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini melakukan pendataan warga disabilitas dan lansia (Dilan) untuk menemukan individu-individu yang membutuhkan pendampingan dan layanan kesehatan yang tepat. "Kami berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengidentifikasi kira-kira lansia dan disabilitas mana yang bisa diintervensi oleh Dinas Kesehatan dengan pasukan putih," kata Kepala Subbagian Tata Usaha Pusat Data dan Informasi Keluarga Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP DKI) DKI Jakarta, Kristiana Wahyu Sakitri. Dalam siniar bertema "Carik Jakarta: Dari Kader Dasawisma untuk Pembangunan Jakarta" di Jakarta, Rabu, Kristiana menyampaikan pendataan dilakukan oleh Kader Dasawisma menggunakan aplikasi Carik Jakarta.
Sasaran pendataan yakni lansia berusia 60 tahun ke atas dan warga dengan disabilitas berusia dua tahun ke atas. Tujuan pendataan yakni mengidentifikasi kondisi sosial dan kesehatan lansia serta disabilitas, tingkat kemandirian, dan prioritas sasaran layanan home service. Pemprov DKI berharap agar semua warga dengan disabilitas dan lansia mendapatkan pelayanan terbaik baik dari unsur kesehatan maupun pemberdayaan pada mereka dan keluarganya, sehingga tetap berdaya dan sejahtera.
Diharapkan, banyak perangkat daerah bisa mengambil peran untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan keluarga, para penyandang disabilitas, dan lansia di Jakarta. Adapun jumlah sasaran pendataan Dilan per Maret 2026 yakni sebanyak 858.71 lansia dan disabilitas di lima wilayah kota administrasi Jakarta dan Kepulauan Seribu. Fase penetapan sasaran dilakukan pada 30-31 Maret 2026 diikuti fase pendataan pada 1-12 April 2026.
Sementara itu, Carik Jakarta merupakan aplikasi pendataan keluarga yang dikembangkan oleh Dinas PPAPP DKI Jakarta sejak tahun 2019, sebagai upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk dapat memotret kondisi keluarga di DKI Jakarta. "Variabel yang ada termasuk karakteristik rumah tangga, demografi, sampai dengan pembangunan keluarga ataupun ketahanan keluarga," kata Kristiana.