DLH DKI tutup permanen TPS liar di sejumlah titik
DLH DKI Tutup Permanen TPS Liar di Beberapa Wilayah
Jakarta, Kamis – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta telah mengambil langkah tegas dengan menutup permanen sejumlah tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Tindakan ini dilakukan secara bersamaan dengan peningkatan upaya pengangkutan sampah di berbagai titik. “Setelah selesai menyelesaikan proses pengosongan, TPS liar akan ditutup secara permanen. Langkah ini diiringi dengan pemasangan pagar besi serta penguatan pengawasan melalui posko bersama yang melibatkan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Satpol PP, dan pihak kepolisian,” terang Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto.
Percepatan Pengangkutan di TPS Kali Anyar
Salah satu TPS liar yang menjadi fokus penutupan adalah TPS Kali Anyar. Proses pengosongan sampah di lokasi tersebut telah rampung, sehingga area tersebut kini dalam kondisi bersih. DLH DKI Jakarta menegaskan bahwa tindakan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sampah yang berserak di wilayah tersebut.
Kolaborasi untuk Tutup TPS Rawadas
TPS Rawadas, yang sebelumnya dianggap sebagai TPS liar, telah ditutup secara permanen setelah kolaborasi antara pihak kecamatan, kelurahan, dan Satpol PP. Sampah di area TPU Pondok Kopi, Jakarta Selatan, telah hilang sepenuhnya hingga Rabu (1/4) malam. Penutupan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah pembuangan sampah tidak resmi.
“Penampungan sementara tidak lagi diizinkan. Dengan demikian, kita akan menyesuaikan alur pengangkutan sampah dari titik-titik pengumpulan ke tempat pembuangan terpadu, seperti Bantargebang atau Rorotan,” jelas Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Keputusan ini diambil setelah muncul video viral yang menunjukkan truk pengangkut sampah DLH diduga membuang limbah ke Kali Pesanggrahan di TPU Tanah Kusir.
Pengelolaan TPS Kencana Masih Berlangsung
Sementara itu, TPS Kencana yang berlokasi di bawah Jalan Tol Wiyoto Wiyono (Tol Tanjung Priok) masih dalam proses pengelolaan. Pihak DLH DKI Jakarta terus mempercepat upaya pengangkutan untuk menghindari penumpukan sampah di lokasi tersebut.