Facing Challenges: Visualisasi Jalan Salib di Cililitan angkat pesan pertobatan ekologis

Visualisasi Jalan Salib di Cililitan Mengangkat Pesan Pertobatan Ekologis

Jakarta – Pada Jumat lalu, Gereja Katolik Paroki Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta Timur, menggelar Visualisasi Jalan Salib yang bertujuan memperdalam makna spiritual dan pesan pertobatan ekologis. Romo Paulus Andri Astanto, pemimpin paroki, mengatakan kegiatan ini menjadi simbol ajakan untuk menjaga alam semesta dan merawat bumi sebagai ciptaan Allah. “Kita memiliki tanggung jawab untuk memelihara dan menghidupinya dengan kesetiaan,” ujarnya.

Acara tersebut disajikan dalam bentuk tablo atau drama visual yang menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus menuju penyaliban. Menurut Andri, upaya ini merupakan bagian dari refleksi iman kontekstual, terutama dalam mempersiapkan Jumat Agung. “Visualisasi Jalan Salib membantu umat memahami pengorbanan Kristus secara lebih mendalam,” jelasnya. Keterlibatan 56 anggota Orang Muda Katolik (OMK) Paroki menjadi faktor utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Mereka tidak hanya sebagai pelaku seni, tetapi juga sebagai penggerak spiritual.

“Kita diajak untuk melihat kesadaran kita, bagaimana menjaga alam semesta,” kata Andri. Ia menyoroti simbol batu tempat Yesus berdoa, yang terbuat dari botol air mineral bekas. Batu ini menjadi representasi kepedulian terhadap lingkungan.

Visualisasi Jalan Salib juga mendorong umat untuk bertobat secara spiritual dan ekologis. Andri menekankan bahwa merawat bumi adalah kewajiban setiap orang, sebagai bagian dari kehidupan yang selaras dengan nilai kasih. Pesan ini semakin relevan di tengah kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan lingkungan.

Dalam prosesi akhir, umat memasuki gereja secara simbolis untuk memakamkan Yesus, merefleksikan kematian dan kemenangan Kristus atas dosa serta kematian. “Kebangkitan Yesus adalah awal untuk membangun kehidupan baru, meneladani-Nya, dan menyebarkan kebaikan dalam rutinitas sehari-hari,” tambah Andri.

Tema Paskah 2026, “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita,” menggambarkan kebangkitan sebagai momen perubahan. Tema ini merujuk pada 2 Korintus 5:17, yang menyatakan bahwa setiap orang yang hidup dalam Kristus menjadi ciptaan baru. Selain itu, tema ini juga menekankan hubungan manusia dengan lingkungan, sebagaimana dijelaskan dalam ajaran Kitab Kejadian bahwa manusia bertanggung jawab atas perawatan ciptaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *