Important Visit: Dukcapil Jaksel imbau pendatang baru segera urus administrasi penduduk
Jakarta – Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan (Jaksel) mengimbau pendatang baru agar segera mengurus administrasi penduduk sebagai upaya sinkronisasi pendataan. "Kami mengimbau kepada seluruh pendatang baru yang datang ke wilayah Jakarta Selatan pascalibur panjang agar segera mengurus administrasi kependudukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Selatan Salimin saat dihubungi di Jakarta, Selasa. Dia mengatakan selain sebagai kewajiban administratif, kepatuhan dalam melapor dan mengurus dokumen kependudukan juga merupakan bentuk kontribusi guna mewujudkan tertib administrasi dan akurasi data kependudukan di wilayah Jakarta Selatan.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Dukcapil berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah, cepat, dan transparan bagi seluruh masyarakat. "Kami berharap para pendatang dapat menjadi bagian dari masyarakat yang tertib, aktif, dan berkontribusi positif dalam kehidupan sosial di lingkungan masing-masing," ujar Salimin. Selain itu, kata dia, peran serta masyarakat juga diharapkan mampu mewujudkan Jakarta Selatan yang tertib administrasi, aman, dan nyaman untuk semua.
Seperti diketahui, sebanyak 225 pendatang baru tercatat masuk ke wilayah Jakarta Selatan usai Lebaran 2026, berdasarkan data Dinas Dukcapil DKI Jakarta. Dari total tersebut, sebanyak 99 jiwa merupakan laki-laki dan 126 jiwa perempuan. Berdasarkan tingkat pendidikan, sebanyak 29,33 persen pendatang memiliki pendidikan lebih tinggi dari sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), sedangkan 70,67 persen lainnya berpendidikan SLTA ke bawah.
Dari segi pekerjaan, sekitar 61,33 persen pendatang masuk kategori berpenghasilan rendah, sedangkan 38,67 persen lainnya tergolong tidak berpenghasilan rendah. Mayoritas pendatang berasal dari wilayah penyangga Jakarta, yakni Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi 10 ribu sampai 12 ribu orang akan datang ke Jakarta setelah libur Lebaran 2026. Sejak 2022 hingga 2025, jumlah pendatang baru di Jakarta setelah Lebaran turun secara bertutur-turut dari 27 ribuan ke 16 ribuan orang.