Key Discussion: Jakbar gencar perbaharui data digital untuk tanggulangi kemiskinan

Jakbar Berupaya Memperbarui Data Secara Terus-Menerus untuk Mengatasi Kemiskinan

Senin, Jakarta – Kota Administrasi Jakarta Barat aktif mengadakan pembaruan informasi digital yang tepat dan real-time guna memudahkan upaya menurunkan tingkat kemiskinan di wilayahnya. Iin Mutmainnah, Walikota Jakbar, menjelaskan bahwa pendekatan tradisional tidak lagi cukup untuk menangani masalah tersebut.

“Data harus diupdate secara berkala. Kita perlu tahu secara jelas siapa yang masih termasuk kelompok miskin dan siapa yang telah keluar dari kondisi tersebut. Fokus utama saat ini adalah masyarakat di Desil 4 ke bawah,”

kata Iin dalam pertemuan koordinasi evaluasi dan pemantauan penanggulangan kemiskinan semester pertama tahun 2026.

Menurut Iin, data kemiskinan dapat diakses melalui platform jakbarkota.bps.go.id. Strategi penanganan kemiskinan dibagi menjadi dua aspek utama, yaitu perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Ia juga menekankan bahwa program tidak boleh hanya berfokus pada bansos atau PMT, tetapi harus mencakup pelatihan keterampilan lembut dan keras melalui lembaga terkait seperti Sudin Nakertransgi dan UMKM.

“Tujuannya agar masyarakat memiliki kemampuan mandiri untuk memenuhi kebutuhan dasar, khususnya bagi anak-anak dan lansia,”

tambahnya.

Untuk mengatasi isu multidimensi seperti stunting, pengangguran, hingga ketidaklayakan hunian di kawasan padat seperti Tambora, Iin menyatakan bahwa kerja sama lintas sektor penting.

“Penanggulangan kemiskinan adalah kolaborasi bersama. Kami harus melibatkan perusahaan melalui CSR, akademisi, yayasan, serta organisasi masyarakat,”

ujarnya. Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait masalah lahan yang berada di luar kewenangan kota.

Iin meminta Suban Pendapatan Daerah (Subanpenda) untuk memantau anggaran secara ketat. Dengan demikian, laporan hasil yang jelas dapat diberikan terkait jumlah warga yang berhasil keluar dari kemiskinan. Selain itu, seluruh camat dan lurah kini wajib menyampaikan laporan berkala setiap tiga bulan mengenai perkembangan penanggulangan kemiskinan di wilayah masing-masing.

Berdasarkan angka terkini, kemiskinan di Jakbar menunjukkan penurunan. Data menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan berkurang dari 3,94 persen pada Maret 2024 menjadi 3,91 persen pada Maret 2025. Pemkot Jakbar optimis bahwa strategi intervensi yang tepat dan informasi yang akurat akan terus menurunkan angka tersebut secara signifikan pada tahun 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *