Key Discussion: Warga keluhkan bau dan jalan becek imbas sampah di TPS Rawadas

Warga Keluhkan Bau dan Jalan Becek Akibat Sampah di TPS Rawadas

Jakarta – Masalah bau yang mengganggu dan jalan berlumpur di sekitar TPS Rawadas terus menjadi sorotan warga, terutama setelah Libur Lebaran. Tempat penampungan ini berada di kawasan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, dan kondisinya memburuk akibat penumpukan sampah. Beberapa warga mengeluhkan kondisi yang membuat aktivitas sehari-hari sulit dilakukan.

Permasalahan di TPS Rawadas

Sahrul (49), warga sekitar, mengungkapkan bahwa TPS Rawadas kini menjadi sumber ketidaknyamanan. “Biasanya, setelah Lebaran, warga kerap berkunjung ke makam, termasuk ke TPS Rawadas. Bau yang menyengat pasti mengganggu. Semoga jalan diperlebar, bisa parkir, dan dibersihkan agar lebih nyaman,” jelasnya di TPS Rawadas, Selasa.

“Emang biasanya ke makam, abis Lebaran kan juga ke sini biasanya. Bau menyengat, tidak nyaman lah pasti. Semoga diperluas jalanannya, kelihatan jalanannya, bisa parkir, dibersihin, jadi nyaman juga,”

Fivi (38) juga menyampaikan keluhan serupa. “Jalan becek dan sampah yang menumpuk membuat akses ke TPU menjadi sulit. Tanah tercampur sampah, jadi tidak bagus diinjak. Aromanya, ya, ampun,” ungkapnya.

“Jalanannya becek, jadi bau juga. Tanahnya tercampur sampah, jadi tidak bagus diinjak. Terganggu ke TPU, susah, aromanya, ya, ampun,”

Krisis Pengangkutan Sampah

Menurut Ketua RW 02 Pondok Kopi, Ninu Hadi Purwanto, tumpukan sampah di TPS Rawadas semakin tinggi karena krisis di TPST Bantargebang. “Hari ini menumpuk seperti ini karena tidak ada truk yang merapat ke TPS, sehingga sampah menumpuk hingga setinggi dua sampai empat meter,” katanya.

Kendala utama terjadi di TPST Bantargebang, di mana truk pengangkut sampah terpaksa kembali ke dinas lingkungan tanpa mengosongkan muatan. Akibatnya, volume sampah di TPS Rawadas terus meningkat. Ketinggian sampah di bagian dalam mencapai tiga hingga empat meter, sementara di area pinggir jalan sekitar dua meter.

Keluhan warga menunjukkan bahwa masalah ini tidak hanya memengaruhi pemandangan, tetapi juga berisiko merusak kesehatan. “Penumpukan sampah di TPS Rawadas, menurut Fivi, bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga berisiko mengganggu kesehatan penduduk sekitar,” tambah Purwanto.

Harapan Warga

Para warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan. Mereka menyarankan percepatan pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang serta penataan ulang lokasi TPS. “Harapannya, ya, pembuangan di Bantargebang bisa dipercepat agar dirapihin juga, jadi cepat selesai. Cari lahan juga buat pindah TPS, jadi pejalan kaki nyaman jalannya,” ujar Fivi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *