Key Issue: 20 truk swasta dikerahkan angkut sampah di TPS Pasar Induk Kramat Jati

20 truk swasta dikerahkan angkut sampah di TPS Pasar Induk Kramat Jati

Jakarta – Pihak swasta siap mengirimkan 20 unit truk untuk mempercepat proses pengangkutan sampah yang terus menumpuk di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Induk Kramat Jati. Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah, mengungkapkan bahwa penggunaan armada dari sektor swasta merupakan bagian dari upaya optimalisasi pengelolaan sampah sesuai aturan yang berlaku.

“Sebanyak 20 truk dari pihak swasta disiapkan untuk mempercepat proses pengangkutan sampah yang selama ini menggunung di kawasan tersebut,” jelas Dwi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Menurut Dwi, penambahan armada ini diharapkan mampu mempercepat pembersihan dan mencegah kembali terjadinya penumpukan. Saat ini, pengangkutan masih dilakukan secara kombinasi, dengan lima unit truk yang aktif membantu proses awal sebelum swastanisasi sepenuhnya siap dijalankan.

“Penambahan armada ini diharapkan mampu mempercepat proses pembersihan dan mencegah kembali terjadinya penumpukan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Jakarta Timur, melalui Suku Dinas Lingkungan Hidup, sebelumnya telah mengerahkan 13 unit truk pengangkut sampah untuk mengurangi volume sampah yang menggunung. Kepala Suku Dinas LH Jakarta Timur, Julius Monangta, menyatakan bahwa bantuan ini tidak dibatasi waktu tertentu dan akan terus berlangsung hingga kondisi sampah di lokasi benar-benar teratasi.

“Sampai hari ini juga ada kendaraan kami di sana masih membantu. Hari ini kami kerahkan 13 unit truk pengangkut sampah,” kata Julius di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3).

Dari lokasi, gunung sampah setinggi sekitar enam meter masih terlihat jelas. Aroma busuk dari limbah sayuran, buah, serta bahan lain tercium dari jarak jauh. Di sisi belakang, kendaraan berat digunakan untuk menyerok sampah agar tidak menyebar ke jalan raya. Akibatnya, tembok di belakang tumpukan sampah roboh, dengan material beton dan tiang penyangga terlempar ke saluran air.

“Bantuan dari Sudin LH Jakarta Timur tidak dibatasi waktu tertentu, melainkan akan terus dilakukan hingga kondisi sampah di lokasi benar-benar tertangani dengan baik,” tegas Monang.

Kondisi ini juga menyebabkan sampah sayuran dan buah-buahan terbawa ke saluran air, berpotensi menghambat aliran dan memperparah masalah lingkungan. Area di belakang TPS digunakan warga sebagai lahan kosong serta tempat bermain anak-anak. Jalan setapak di dekat gunungan sampah menjadi akses harian bagi penduduk setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *