Key Issue: Pasar Jaya kerahkan 33 truk angkut sampah di Pasar Induk Kramat Jati
Pasar Jaya kerahkan 33 truk angkut sampah di Pasar Induk Kramat Jati
Di Jakarta Timur, Perumda Pasar Jaya tengah berupaya membuang sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati. Sebanyak 33 truk telah digunakan untuk menangani tumpukan limbah yang menghambat aktivitas warga sekitar.
“Kami telah mengangkut sampah menggunakan 33 truk, terdiri dari 20 armada pada hari kemarin (Selasa, 31 Maret) dan 13 armada pada hari ini,”
jelas Imam Kurniawan, Kepala Divisi Humas Perumda Pasar Jaya, Rabu.
Upaya Percepatan Penanganan Sampah
Imam menegaskan komitmen pihaknya untuk mempercepat penyelesaian sampah agar kegiatan warga tidak terganggu. Tujuan utama langkah ini adalah menjaga kelancaran pasar dan kenyamanan pengunjung serta pedagang. Estimasi volume sampah mencapai sekitar 6.970 ton, setara dengan 410 truk.
“Sebagai langkah percepatan, sejak Jumat (27/3) hingga hari ini, Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI dan Perumda Pasar Jaya berkoordinasi dan saling bahu membahu menyelesaikan penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati,”
tambah Imam.
Kerja Sama dengan Dinas Lingkungan Hidup
Sebelumnya, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur memberikan bantuan dengan mengirimkan 13 unit truk. “Sampai hari ini juga ada kendaraan kami di sana masih membantu. Hari ini, kami kerahkan 13 unit truk pengangkut sampah,”
kata Julius Monangta, Kepala Sudin LH Jakarta Timur, di Pulo Gebang, Senin (30/3).
Monangta menegaskan bantuan tersebut tidak dibatasi waktu tertentu dan akan terus dilakukan hingga kondisi sampah benar-benar teratasi. Penanganan juga diharapkan memastikan alur pembuangan sampah tetap terkendali.
Pengelolaan Sampah di Masa Depan
Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik, menyatakan bahwa pengelolaan sampah akan berganti ke pihak ketiga. “Itu ke depannya memang bakal ada pihak ketiga yang kelola, nanti saya tanyakan dulu teknisnya ke bidang yang tangani sampah, ya,”
ujar Topik.
Topik menegaskan pihaknya berupaya mempercepat penyelesaian masalah sampah. “Secepatnya kami selesaikan masalah sampah di Pasar Induk Kramat Jati,”
tegas Topik.
Kondisi Sampah dan Dampak Lingkungan
Kondisi di lapangan menunjukkan gunungan sampah setinggi sekitar 10 meter, terutama limbah sayuran dan buah yang mengeluarkan aroma tidak sedap. Di bagian belakang tumpukan, terdapat truk berat untuk menyerok sampah agar tidak menyebar ke jalan. Akibatnya, tembok yang berada di belakang tumpukan sampah setinggi sekitar enam meter roboh. Material beton dan tiang penyangga terlihat ambruk dan sebagian masuk ke saluran air.
Kondisi Area di Belakang TPS
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa area di belakang Tempat Pembuangan Sementara (TPS) merupakan lahan kosong yang sering dimanfaatkan warga. Area ini juga menjadi tempat bermain anak-anak. Jalan setapak dekat tumpukan sampah berfungsi sebagai akses harian warga.