Key Issue: Sudin LH Jakbar dorong pembentukan bank sampah di Rusun Angke
Sudin LH Jakbar dorong pembentukan bank sampah di Rusun Angke
Jakarta – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Barat sedang mendorong pembangunan bank sampah di kawasan Rusunawa Angke, Tambora, untuk mengurangi masalah pengelolaan sampah. Kasudin LH Jakbar, Achmad Hariadi, menjelaskan bahwa usulan ini diajukan kepada Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) I Tambora. “Kita sedang mendorong agar bank sampah dibangun di dalam rusun, bukan di luar. Kami mengusulkan kepada UPRS I Tambora untuk menyediakan tempat penampungan permanen,” ujarnya saat dihubungi ANTARA, Selasa.
“Lokasi yang ideal untuk bank sampah berada di basement rusun karena memudahkan pengumpulan sampah oleh warga. Di sana, kita bisa memastikan keamanan barang, tidak terkena hujan atau panas. Sehingga, sampah tetap terjaga kualitasnya dan masih punya nilai ekonomi,” katanya.
Mengenai dampak positif, Hariadi menekankan bahwa bank sampah bisa memberi manfaat ekonomi bagi warga. “Selama sampah dikumpulkan di tempat yang tepat, nilai jualnya tidak hilang. Ini yang kita tekankan,” tambahnya.
Di sisi lain, pengelola rusun perlu mempertimbangkan estetika dan tata kelola lingkungan. “Bagi RT/RW, bank sampah mungkin bermanfaat, tapi bagi pengelola rusun, ini perlu disosialisasikan agar tampil lebih rapi dan terpadu,” ujarnya.
Sebelumnya, Sudin LH Jakarta Barat telah menangani 35 ton sampah dari Rusunawa Angke setelah kebersihan kawasan tersebut menjadi perbincangan di media sosial. Hariadi mengatakan bahwa tim menggunakan dua truk besar, satu truk kecil, dan dua truk kompresor untuk mengangkut volume sampah tersebut. “Kita sudah mengangkut total 35 ton, terdiri dari 20 ton pertama dan 15 ton kedua,” katanya saat dihubungi ANTARA, Senin (6/4) malam.
Menurutnya, penumpukan sampah di area blok sempat terjadi karena warga di sekitarnya tidak memiliki tempat penampungan sementara (TPS) sendiri. “Mereka juga ikut membuang sampah ke sana, sehingga volume penumpukan meningkat,” jelas Hariadi.