Key Strategy: Puluhan siswa dari empat sekolah Jaktim diduga keracunan spageti MBG
Puluhan Siswa dari Empat Sekolah Jaktim Diduga Keracunan Spageti MBG
Jakarta, Sabtu
Hingga saat ini, 72 siswa yang sedang dirawat di tiga rumah sakit mengalami gejala seperti demam, mual, dan diare setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Yang dirawat ada 72 di tiga rumah sakit tadi. Gejalanya rata-rata demam, panas, mual, muntah, diare,” tutur Gubernur DKI Pramono Anung di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu.
“Sampai dengan sekarang ini, korban yang dirawat di tiga rumah sakit mengalami perubahan, yaitu Duren Sawit, Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum. Totalnya 72 siswa,” kata Pramono Anung.
Sekolah Terlibat dan Penyebab Keracunan
Keracunan diduga terjadi di empat sekolah, yaitu SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07. Pelaksana program MBG di area tersebut adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa Dua.
Kondisi Saat Ini dan Gejala yang Dirasakan
Saat ini, 72 orang terdiri dari siswa dan guru masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit. Mereka mengalami gejala seperti demam, mual, dan diare akibat konsumsi makanan dari MBG.
Kasus Sebelumnya dengan Jumlah Lebih Besar
Sebelumnya, terjadi insiden serupa yang memengaruhi 135 siswa dan guru setelah mengonsumsi makanan dari MBG di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Rinciannya, SDN Pondok Kelapa 09 melibatkan 33 siswa, dari mana 7 orang dirawat di RSUD Duren Sawit. SDN Pondok Kelapa 01 terdampak oleh 37 siswa, SDN Pondok Kelapa 07 mencakup 31 siswa dengan 8 di antaranya memerlukan perawatan intensif. SMAN 91 menjadi sekolah dengan jumlah korban terbesar, yakni 34 orang, terdiri dari 28 siswa dan 6 guru serta tenaga kependidikan.
Waktu Kejadian dan Faktor Pemicu
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/4) sekitar pukul 11.00 WIB, sesuai dengan jadwal distribusi makanan kepada siswa. Sementara biasanya anak-anak tidak langsung memakan menu MBG yang berupa nasi, menu spageti pada hari kejadian membuat banyak siswa tertarik untuk langsung mengonsumsinya di sekolah.