Latest Program: “Pak ogah” kembali dominasi PMKS di Jakarta Barat

“Pak Ogah” Kembali Mendominasi PMKS di Jakarta Barat

Jakarta – Data terbaru menunjukkan bahwa kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jakarta Barat kembali didominasi oleh pengatur lalu lintas ilegal yang dikenal sebagai “pak ogah.” Menurut Fajar Laksono, Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Barat, dari total 485 PMKS yang ditangani sejak Januari hingga Maret 2026, 134 di antaranya termasuk dalam kategori ini.

“Paling banyak yang tergolong ‘pak ogah,’ diikuti oleh gelandangan sebanyak 108 orang, psikotik 91, pengemis 24, pengamen 10, pemulung 7, asongan 3, wanita 1, serta PMKS lainnya 107 orang,” ujarnya saat diwawancara di Jakarta, Selasa.

Penangkapan Fokus pada Area Strategis

Sebagian besar PMKS yang ditangkap berasal dari lokasi strategis seperti Terminal Kalideres, flyover Cengkareng, Slipi, Tomang, Grogol, Jembatan Dua, serta sekitar Kota Tua. Fajar menjelaskan bahwa posko Satuan Tugas (Satgas) Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) telah ditempatkan di lokasi tersebut untuk memudahkan penanganan.

Langkah Pemulihan Berdasarkan Asesmen

Setelah ditangkap, sebagian besar PMKS dibawa ke Panti Sosial Kedoya untuk menjalani pembinaan dasar. “Jika PMKS berasal dari luar Jakarta, mereka akan dipulangkan ke daerah asal setelah diberikan pemantauan,” tambah Fajar. Sementara PMKS lokal yang tidak memiliki keluarga, akan diarahkan ke panti pembinaan lanjutan sesuai hasil evaluasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *