New Policy: DKI libatkan remaja lewat Program “PIK-R” cegah kekerasan sejak dini
DKI Libatkan Remaja melalui Program “PIK-R” untuk Mencegah Kekerasan Sejak Dini
Jakarta, Rabu – Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta menggandeng remaja melalui inisiatif Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Kepala Dinas PPAPP, Dwi Oktavia, mengungkapkan bahwa program ini dikelola oleh komunitas Generasi Berencana (GenRe) yang berbasis di sekolah.
“Kita juga punya program yang ingin kita jalankan, yaitu PIK-R. Ini digerakkan oleh GenRe yang berbasis sekolah,” ujarnya.
Dalam program tersebut, remaja diberikan berbagai aktivitas untuk meningkatkan kapasitas, pemahaman, serta membentuk sikap dan perilaku yang bertanggung jawab. Menurut Dwi Oktavia, kegiatan ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang reproduksi dan berbagai aspek kehidupan remaja.
Meski masih dalam tahap penguatan, program ini diakui efektif dalam mengurangi kasus kekerasan. Namun, tantangan tersendiri dihadapi karena Jakarta memiliki tingkat perpindahan penduduk yang tinggi. “Kota ini setiap tahun selalu dihuni oleh banyak pendatang, sehingga sosialisasi dan kesadaran masyarakat harus terus dipupuk,” tambahnya.
Edukasi Pelaporan Kasus Kekerasan Digencarkan
Dwi Oktavia menjelaskan bahwa edukasi mengenai cara melaporkan kekerasan terus diperkuat agar masyarakat lebih percaya diri untuk mengambil tindakan. Pemprov DKI juga mengimbau warga segera melaporkan dugaan kekerasan melalui hotline PPA di 0852-1786-6445 atau 0813-176-176-22, serta layanan Jakarta Siaga 112.
Layanan yang disediakan oleh Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DKI Jakarta tersedia secara gratis dan terbuka 24 jam. Pada Januari hingga Desember 2026, Dinas PPAPP DKI Jakarta mencatat 322 laporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Tipe kekerasan psikis menjadi yang paling dominan, diikuti oleh kekerasan seksual yang mencapai 146 kasus dan kekerasan fisik.