Nilai ekspor Jakarta pada Februari 2026 melemah 10,55 persen
Nilai Ekspor Jakarta pada Februari 2026 Mengalami Penurunan 10,55 Persen
Dalam laporan terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa nilai ekspor kota pada bulan Februari 2026 berjumlah 1,35 miliar dolar AS, menunjukkan penurunan sebesar 10,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pelemahan ini, menurut Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, utamanya disebabkan oleh kontraksi signifikan di sektor non-migas.
Penyebab Utama Penurunan Ekspor
Kadarmanto menjelaskan bahwa penurunan kinerja ekspor terjadi karena menurunnya performa sektor utama, yaitu industri pengolahan, yang mengalami penurunan 9,36 persen secara tahunan. “Lesunya sektor ini memberikan dampak besar pada total ekspor,” ujarnya dalam wawancara di Jakarta, Rabu.
Penurunan ekspor non-migas juga didorong oleh penurunan signifikan di sektor pertanian dan pertambangan, masing-masing mencapai 50,77 persen dan 96,4 persen.
Secara kumulatif, ekspor Jakarta dari Januari hingga Februari 2026 mencapai 2,90 miliar dolar AS, turun tipis 0,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Perubahan ini terutama dipengaruhi oleh menurunnya nilai ekspor non-migas sebesar 1,39 persen.
Sektor pertanian dan pertambangan menjadi faktor utama yang mengurangi jumlah ekspor, sementara industri pengolahan, meski lebih baik dibandingkan sektor lain, tetap memberikan kontribusi negatif terhadap performa keseluruhan.