Pemkot Jaksel keruk Kali Pesanggrahan lewat kerja bakti skala besar
Pemkot Jaksel keruk Kali Pesanggrahan lewat kerja bakti skala besar
Jakarta Selatan menggelar pengerukan Kali Pesanggrahan sebagai upaya mengurangi risiko banjir di daerah rawan. Kegiatan ini dilaksanakan di perbatasan Kecamatan Kebayoran Lama dan Pesanggrahan, Minggu. Fokus utama adalah normalisasi bantaran kali yang sudah mengalami pendangkalan, sehingga air bisa menggerus sisi tanggul. “Bantaran kali yang semula tinggi dan berubah menjadi daratan, berpotensi merusak struktur embankmen,” jelas Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar di Danau Cavalio Pesanggrahan.
“Kerja bakti ini pertama kalinya di seluruh DKI Jakarta setelah Lebaran 2026. Kita ingin memastikan aliran air lebih lancar dan mengurangi genangan di wilayah bantaran,” tutur Anwar.
Kerja bakti melibatkan 600 tenaga serta lima alat berat. Pengerukan akan berlangsung hingga akhir tahun, dengan target volume 36.174 meter kubik dan panjang 1.244 meter. “Dengan normalisasi ini, genangan air di sekitar IKPN diharapkan berkurang signifikan,” tambah Anwar.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Santo menjelaskan, sektor yang dikeruk mencakup panjang 1.444 meter, menggunakan volume lumpur yang sama. “Silt hasil pengerukan akan diarahkan ke titik-titik tertentu sebelum dibuang ke Ancol,” kata Santo.
Dalam kegiatan tersebut, Anwar juga melakukan pelepasan ikan tawes sebagai bentuk konservasi perairan. Aksi ini melibatkan pemerintah, TNI/Polri, dan warga. Ribuan bibit ikan ditebar di sungai, embung, atau danau. “Tujuannya adalah menjaga ekosistem, meningkatkan populasi ikan lokal, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.