Solution For: Pemkot Jaktim targetkan evakuasi 60 pohon tumbang rampung akhir pekan
Pemkot Jaktim Targetkan Evakuasi 60 Pohon Tumbang Rampung Akhir Pekan
Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Timur berupaya mengakhiri penanganan 60 pohon tumbang serta sempal yang disebabkan oleh hujan deras dan angin kencang dalam waktu seminggu. Kasudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur, Dwi Ponangsera, mengatakan, upaya evakuasi ini diprediksi selesai akhir pekan. “Kita menargetkan selesai menangani 60 pohon tumbang dan sempal pada akhir pekan ini, sementara data sementara menunjukkan jumlah yang tercatat hampir mencapai 60 batang,” ujarnya.
Pendataan Masih Berlangsung
Sejumlah petugas masih mengumpulkan informasi mengenai kondisi pohon yang tumbang dan sempal. Sampai Senin (13/4) pukul 11.30 WIB, jumlah pohon yang jatuh dan sempal terdaftar sekitar 60 batang. Dwi menyatakan, jumlah tersebut bisa meningkat. “Sementara ini belum bisa dibedakan antara pohon tumbang dan sempal, karena keduanya sama-sama banyak. Penanganan tetap berlangsung secara terus-menerus,” jelasnya.
“Kendala teknis tidak ada, tetapi karena keterbatasan armada dan personel, penanganan tidak mungkin selesai dalam satu hari,” kata Made Widhi Adnyana Surya Pratita, Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur.
Dalam operasi evakuasi, pihaknya mengirimkan 80 satgas pertamanan, tiga mobil tangga, dan 13 dump truk. Made menjelaskan bahwa fokus awal adalah daerah yang mengalami gangguan lalu lintas, agar aktivitas warga tidak terganggu. “Setelah penanganan di jalan umum selesai, selanjutnya kita akan menangani pohon tumbang di area taman dan hutan kota,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Setu, Dwi Widiastuti, menyebutkan bahwa wilayahnya terdapat delapan pohon yang jatuh. Empat di antaranya mengenai atap rumah warga di RW 05, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa atau luka. “Kita menggerakkan 40 PPSU bersama Sudin Tamhut untuk melakukan evakuasi,” katanya.
Menurut Dwi, daun pohon yang tumbang atau hasil penopingan dibuang ke Waduk Setu di RT 06/0 untuk dijadikan kompos. “Hasil kompos tersebut akan digunakan untuk tanaman di wilayah Setu,” ujarnya.