Solution For: Penggunaan teknologi perlu dipercepat untuk olah sampah di Jakarta

Penggunaan Teknologi Perlu Dipercepat untuk Mengatasi Masalah Sampah Jakarta

Jakarta, Rabu – Yuke Yurike, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, menegaskan bahwa penerapan teknologi seperti “Intermediate Treatment Facility” (ITF) atau Refuse Derived Fuel (RDF) harus dipercepat agar masalah pengolahan sampah di ibu kota dapat diatasi. Menurutnya, penggunaan teknologi tinggi atau modern dalam penanganan sampah menjadi solusi penting untuk menghindari akumulasi limbah di berbagai titik, termasuk yang terjadi di Bantargebang.

Yuke menyoroti bahwa Jakarta setiap hari menghasilkan 8.500 ton sampah, sehingga perlunya solusi yang cepat dan efektif. Jika teknologi pengolahan sampah tidak dikembangkan, kota ini akan terus bergantung pada TPST Bantargebang, yang saat ini sering mengalami hambatan.

“Kita seharusnya tidak hanya bergantung pada Bantargebang. Teknologi harus diterapkan, baik ITF maupun RDF, sesuai dengan kondisi dan lokasi sampahnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa identifikasi kendala dalam penerapan teknologi perlu dilakukan secepat mungkin agar progres pengolahan sampah bisa berjalan lancar. “Kendala yang muncul dalam penggunaan teknologi ini harus diatasi segera, sehingga pembangunan sistem pengolahan dapat berjalan optimal,” terang Yuke.

Selain itu, Yuke mengingatkan bahwa Pemprov DKI Jakarta perlu memiliki roadmap yang jelas dan terukur untuk menangani sampah, terutama dalam penggunaan teknologi canggih. “Kita belum punya rencana jangka menengah dan panjang, padahal produksi sampah sangat tinggi. Akibatnya, penanganan sampah masih bersifat ad-hoc dan teknologi berkembang dengan lambat,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *