Solving Problems: Empat hari diangkut, sampah di Pasar Induk Kramat Jati belum surut
Empat hari diangkut, sampah di Pasar Induk Kramat Jati belum surut
Jakarta – Empat hari setelah pihak pengelola melakukan pengangkutan massal sampah yang menumpuk di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, kumpulan limbah setinggi enam meter belum menunjukkan penurunan signifikan. Petugas kebersihan Sugiat (55) mengungkapkan bahwa jumlah truk yang beroperasi saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan hari pertama, sehingga volume sampah di lokasi masih terlihat sama.
Pengangkutan Sampah Berjalan Lambat
Terpantau, gunungan sampah di Tempat Penampungan Sementara (TPS) tetap tinggi dan belum banyak berkurang. Meski aktivitas pengangkutan terus berlangsung, dengan sejumlah truk keluar-masuk area TPS, upaya ini dinilai belum mampu menangani volume limbah yang menumpuk. “Kalau pengangkutan pertama, sekitar dua puluh truk, lalu berikutnya tiga belas. Sekarang, dari pagi baru beberapa, jadi belum kelihatan banyak berkurang,” ujar Sugiat.
“Kalau pengangkutan pertama, sekitar dua puluh truk, lalu berikutnya tiga belas. Sekarang, dari pagi baru beberapa, jadi belum kelihatan banyak berkurang,”
Kendala Alat Berat dan Fasilitas
Dalam penanganan sampah, keterbatasan alat berat menjadi hambatan. Saat ini, hanya satu jenis shovel yang digunakan untuk memindahkan limbah ke dalam truk. Padahal, sebelumnya dua alat berat, yakni shovel dan ekskavator, dikerahkan secara bersamaan. Selain itu, ketersediaan armada truk juga dinilai belum memadai.
“Dulu, sehari bisa sampai 50 truk, dari pagi sampai sore, makanya cepat habis. Sekarang lebih sedikit, jadi lama untuk mengurangi volume sampah,”
Kondisi Lingkungan Terus Memburuk
Kondisi sekitar TPS masih memprihatinkan. Jalanan berlumpur karena campuran sampah dan air yang menggenang hingga ke badan jalan. Bau menyengat juga terus mengganggu aktivitas warga di kawasan pasar. Dalam upaya memperbaiki situasi, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur Julius Monangta memastikan pihaknya tetap memberikan dukungan.
Langkah Pihak Terkait Masih Berlangsung
Monangta menegaskan bahwa bantuan dari Sudin LH Jakarta Timur tidak terbatas waktu, tetapi akan terus dilakukan hingga sampah di Pasar Induk Kramat Jati benar-benar terurai. “Jadi, memang itu fasilitas publik. Kita pasti mendukung fasilitas publik untuk tetap bersih dan nyaman,” katanya di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3). Sebanyak 13 truk dikerahkan untuk mengangkut sampah yang menggunung, sebagai bagian dari upaya maksimal penanggulangan masalah.