Special Plan: Pasar Jaya kebut digitalisasi pasar, target 110 rampung tahun Ini

Pasar Jaya Percepat Transformasi Pasar Tradisional

Dalam upayanya mengakselerasi transformasi pasar tradisional, Perumda Pasar Jaya menetapkan target 110 pasar akan terdigitalisasi hingga akhir tahun ini. Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menyatakan bahwa hingga saat ini, 60 pasar telah selesai diubah menjadi digital, dengan rencana menambah 50 pasar lainnya pada tahun ini.

Progres Digitalisasi Pasar

Agus menjelaskan, selama tahap ketiga pelaksanaan program, 60 pasar telah tercapai dalam transformasi digital dari total 153 pasar yang dioperasikan oleh Perumda Pasar Jaya. “Kita sudah selesaikan 60 pasar digitalisasi, dan insya Allah akan tambah 50 lagi tahun ini. Artinya, 110-an pasar selesai akhir tahun,” tuturnya di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur.

“Langkah percepatan yang kita lakukan adalah koordinasi intensif dengan OJK Jabodebek, Bank Indonesia, serta mitra perbankan lainnya. Selain itu, kita juga terus melakukan literasi dan edukasi kepada para pedagang,” kata Agus.

Kolaborasi untuk Digitalisasi

Program ini melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek, Bank Indonesia Perwakilan Jakarta, serta perbankan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank DKI. Dukungan juga datang dari platform pembayaran digital swasta. Sinergi antara regulator, institusi keuangan, dan pengelola pasar dinilai menjadi faktor utama dalam meningkatkan efisiensi proses.

Agus menekankan bahwa digitalisasi tidak hanya fokus pada pembayaran non-tunai, tetapi juga memperkuat ekosistem keuangan secara menyeluruh. Ini mencakup integrasi layanan perbankan, penggunaan QRIS, serta peningkatan kesadaran pedagang tentang teknologi finansial.

Pengembangan Literasi dan Kepercayaan

Menurut Agus, edukasi menjadi elemen kunci dalam program ini. “Kekhawatiran sebagian pedagang terhadap sistem digital, khususnya keamanan transaksi, masih ada. Namun, respons mereka cukup positif karena didukung lembaga resmi pemerintah,” jelasnya. Kepercayaan pedagang meningkat karena sistem dipantau ketat oleh Bank Indonesia dan OJK.

Pasang surut keterlibatan pedagang juga menjadi tantangan. Namun, kata Agus, program ini telah berjalan lancar tanpa hambatan signifikan. “Alhamdulillah hingga kini berjalan baik,” tambahnya.

Manfaat dan Langkah Selanjutnya

Penerapan sistem digital dinilai memberikan manfaat, seperti transaksi lebih efisien, pencatatan keuangan yang terstruktur, serta peluang peningkatan pendapatan melalui akses pembayaran yang lebih luas. Perumda Pasar Jaya berencana melanjutkan program ke tahap keempat, dengan target menjangkau lebih banyak pasar.

Agus menyebut, usulan untuk fase berikutnya akan diajukan kembali kepada OJK Jabodebek. Dengan proses percepatan, pihaknya optimis pasar tradisional di Jakarta akan sepenuhnya digital dalam beberapa tahun mendatang. Transformasi ini bertujuan memperkuat peran pasar tradisional sebagai tulang punggung perekonomian rakyat sekaligus mendorong inklusi keuangan di ibu kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *