Topics Covered: Pengolahan sampah mandiri di Pasar Kramat Jati mulai beroperasi 2027
Pengolahan Sampah Mandiri di Pasar Kramat Jati Mulai Beroperasi 2027
Jakarta – Perumda Pasar Jaya berencana mengoperasikan program pengolahan sampah mandiri di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, pada tahap awal bulan Maret 2027. Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengungkapkan hal ini saat berbicara di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Rabu.
“Insya Allah, tahap awal sudah bisa beroperasi di Maret 2027 nanti,” tutur Agus.
Menurut Agus, program ini adalah bagian dari upaya mempercepat penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati. Tujuan utama dari proyek ini adalah mengurangi ketergantungan pada pengangkutan sampah ke TPST Bantargebang, sekaligus memberikan solusi permanen terhadap masalah lingkungan di pusat distribusi pangan terbesar di DKI Jakarta.
Agus menjelaskan bahwa rencana pengelolaan sampah mandiri telah memasuki tahap perencanaan teknis yang matang. Proses penyusunan produk perencanaan dan detail engineering design (DED) telah selesai, menjadi dasar pembangunan fasilitas pengolahan sampah di lokasi tersebut.
“Kita sudah menyelesaikan DED, sehingga proyek ini bisa terealisasi dengan baik,” kata Agus.
Pengelolaan sampah mandiri ini akan dijalankan bersama Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI-ITB) sebagai mitra teknis. Agus menilai kerja sama ini penting untuk memastikan teknologi yang digunakan sesuai kebutuhan pasar dan efektif dalam menangani sampah secara lokal.
Kapasitas sampah harian di Pasar Induk Kramat Jati mencapai sekitar 200 ton per hari. Fasilitas pengolahan mandiri dirancang untuk menampung seluruh volume sampah tersebut, tanpa perlu mengirimkan ke luar wilayah.
“Volume sampah di pasar induk sekitar 200 ton per hari, jadi bisa ditangani di tempat, tidak perlu ke Bantargebang,” tambah Agus.
Kolaborasi dengan DPRD DKI Jakarta
Sebelumnya, Komisi B DPRD DKI Jakarta dan jajaran eksekutif mengadakan rapat untuk membahas pengelolaan sampah di pasar ibu kota. Rapat ini dilakukan karena total sampah dari seluruh pasar di Jakarta mencapai sekitar 500 ton per hari, di mana 200 ton berasal dari Pasar Induk Kramat Jati.
“Kami ingin memastikan sistem pengelolaan sampah ke depan berjalan optimal,” kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh.
Nova menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan terkait sampah serta pelaksanaan pergub yang sebelumnya ditegur oleh Dinas Lingkungan Hidup. Ia menyambut baik rencana pengolahan sampah mandiri, karena diharapkan dapat mengurangi beban TPST Bantargebang yang menerima sekitar 7.800 ton sampah per hari. Volume ini sering menyebabkan antrean truk sampah yang memanjang dan menciptakan masalah logistik tersendiri.