Topics Covered: Sambut Paskah, Gereja Santa Maria usung tema “Keutuhan Alam Ciptaan”
Sambut Paskah, Gereja Santa Maria usung tema “Keutuhan Alam Ciptaan”
Jakarta Selatan – Gereja Katolik Santa Perawan Maria Ratu, Paroki Blok Q, Kebayoran Baru, menghadirkan konsep ‘Keutuhan Alam Ciptaan’ sebagai fokus perayaan hari Raya Paskah tahun ini. Menurut Christopher Widyastanto, ketua panitia besar Paskah 2026, tema ini selaras dengan Ardas Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) tahun 2026. “Tema ini bertujuan mengingatkan kembali ciptaan Tuhan untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan alam sekitarnya,” jelasnya saat diwawancara sebelum ibadah Jumat Agung di Jakarta, Jumat.
Persiapan Matang untuk Menghadirkan Suasana Ibadah Nyaman
Christopher mengungkapkan bahwa persiapan untuk menyambut Paskah telah dimulai sejak Januari 2026, empat bulan sebelumnya. “Kita sudah mempersiapkan sejak bulan Januari, dan minggu lalu kita melaksanakan gladi resik,” katanya. Ia berharap proses persiapan yang rapi ini dapat menciptakan suasana ibadah yang khusyuk serta menambah kenyamanan bagi para jemaat.
Kepedulian Lingkungan Jadi Fokus Utama
Dalam perayaan Paskah, pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah. “Kita ingin mendorong jemaat untuk kembali ke alam ciptaan melalui langkah sederhana, seperti mengatur sampah demi meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan,” ucap Christopher. Ia menekankan bahwa kepedulian ini bukan hanya sekadar slogan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata.
Ibadah Jumat Agung Dengan Tiga Jadwal
Pada Jumat, Gereja Katolik Santa Perawan Maria Ratu, Paroki Blok Q, menggelar tiga ibadah misa. Acara tersebut berlangsung pada pukul 11.00 WIB dalam Bahasa Inggris, serta pukul 15.00 WIB dan 18.30 WIB dalam Bahasa Indonesia. Dengan penyelenggaraan dalam berbagai bahasa, diharapkan lebih banyak jemaat dapat merasakan kehangatan dan makna perayaan tersebut.
Kepolisian Siagakan 144 Personel untuk Menjaga Keamanan
Dalam rangkaian acara Paskah, Kepolisian Metro Jakarta Selatan menempatkan 144 anggota untuk menjaga keamanan di 13 lokasi gereja yang berada di wilayah setempat. Kehadiran petugas ini bertujuan memastikan kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan.
“Ibadahnya tertib dan suasananya sangat khidmat,” ungkap Maria, salah satu jemaat yang mengapresiasi pelaksanaan ibadah di gereja tersebut.