Topics Covered: WRI: pendekatan mitigasi banjir di Jakarta harus libatkan faktor alam

WRI: Pendekatan Mitigasi Banjir di Jakarta Perlu Libatkan Faktor Alam

Jakarta – World Resources Institute (WRI) Indonesia menyarankan bahwa strategi pengurangan banjir di Jakarta dan kawasan sekitarnya perlu diubah. Mereka menekankan pentingnya menggeser pendekatan dari sekadar mengalirkan air secepat dan semaksimal mungkin, menjadi menahan air secara bertahap dengan memanfaatkan proses alam. “Pendekatan ini akan lebih efektif jika menggabungkan alam sebagai elemen utama, bukan sekadar alat penyaluran,” jelas Yudhistira Pribadi, Research Specialist WRI Indonesia, dalam diskusi di Jakarta, Rabu.

Konsep Penyelesaian Berbasis Alam

Yudhistira menjelaskan bahwa konsep yang dimaksud adalah penyelesaian banjir berbasis alam (Nature-based Solutions/NbS). Pendekatan ini mempertimbangkan peran wilayah dalam siklus aliran air, terutama bagi area hulu, tengah, dan hilir. Misalnya, di wilayah hulu seperti sepanjang sungai, restorasi lingkungan dengan ruang terbuka hijau, seperti taman multifungsi, dinilai lebih sesuai untuk diterapkan, kata Yudhistira.

“Dengan memperhatikan letak wilayah, penanganan banjir bisa lebih maksimal. Di hulu, restorasi lanskap menjadi kunci. Sementara di tengah, penanaman tumbuhan dan pembuatan kolam retensi lebih efektif,” ungkap Yudhistira.

Untuk wilayah hilir yang lebih padat, kombinasi antara waduk buatan dan taman multifungsi dianggap lebih tepat. Contohnya, Jakarta telah memiliki sistem pompa air serta tanggul sungai, tetapi dengan adanya taman-taman hijau, kapasitas penyimpanan air bisa ditingkatkan, tambah Yudhistira.

Inisiatif Pemerintah DKI Jakarta

Dalam upaya mengatasi banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah merancang waduk, embung, atau situ yang memiliki dua fungsi: mengurangi debit air banjir dan menjadi ruang terbuka hijau. Desain waduk ini mengintegrasikan ekosistem alami dengan infrastruktur buatan untuk meningkatkan adaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Beberapa waduk yang sudah dibangun, seperti Waduk Brigif, Waduk Aseni, Waduk Lebak Bulus, dan Waduk Pondok Ranggon, menunjukkan penerapan konsep NbS meski masih perlu perbaikan. Sementara waduk lain yang sedang dikembangkan, seperti Waduk Batu Bangkong, Waduk Bambu Hitam, Waduk Giri Kencana, dan Waduk Lapangan Merah, juga mengarah pada pendekatan yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *