Visit Agenda: Sebanyak 225 pendatang baru masuk Jakarta Selatan usai Lebaran
225 Pendatang Baru Tiba di Jakarta Selatan Pasca Lebaran 2026
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat jumlah pendatang baru yang masuk ke Jakarta Selatan setelah libur Lebaran 2026 mencapai 225 orang. Angka ini dirilis oleh Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Selatan, Salimin, dalam wawancara di Jakarta pada Selasa.
“Dalam periode 25-30 Maret 2026, sebanyak 225 pendatang baru terdaftar di Jakarta Selatan,” ujar Salimin.
Dari total tersebut, 99 individu berjenis kelamin laki-laki dan 126 perempuan. Menurut data, 29,33 persen dari pendatang memiliki tingkat pendidikan di atas sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA), sementara 70,67 persen lainnya memiliki pendidikan SLTA atau lebih rendah. Dari sisi penghasilan, sekitar 61,33 persen di antaranya dikategorikan sebagai penghasilan rendah, sedangkan 38,67 persen berada di luar kategori tersebut.
Selimin menambahkan, sebagian besar pendatang berasal dari wilayah sekitar Jakarta, seperti Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan. Wilayah tujuan utama mereka adalah Kecamatan Jagakarsa, Pesanggrahan, dan Pasar Minggu. Berdasarkan jenis pekerjaan, kebanyakan dari mereka merupakan pelajar atau mahasiswa serta karyawan perusahaan swasta.
Pemerintah Kota Jakarta Selatan sebelumnya meminta pendatang baru di wilayah tersebut wajib memiliki pekerjaan atau jaminan tempat tinggal. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga menekankan pentingnya persiapan dokumen diri bagi masyarakat yang ingin bekerja di Jakarta setelah mudik Lebaran. Meski tidak ada operasi yustisi untuk pendatang baru, kelengkapan dokumen tetap menjadi kewajiban.
Diperkirakan, sebanyak 10.000 hingga 12.000 orang akan datang ke Jakarta setelah libur Lebaran 2026. Jumlah pendatang baru di ibukota ini menurun secara berturut-turut sejak 2022 hingga 2025, dari 27.000 orang menjadi 16.000 orang. Dalam periode yang sama, data Dukcapil DKI Jakarta mencatat 967 pendatang baru tiba di Jakarta.