Visit Agenda: Sopir keluhkan antre bongkar muat di Pasar Kramat Jati akibat sampah

Sopir Keluhkan Antrean Bongkar Muat di Pasar Kramat Jati Akibat Sampah

Jakarta – Para pengemudi truk di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan durasi bongkar muat sayur mayur yang bisa mencapai lima jam karena tumpukan sampah di sekitar pasar. “Saya masuk jam lima pagi, tapi sampai jam 10.00 WIB belum selesai. Dulu hanya butuh dua jam, sekarang bisa mencapai lima jam,” ujar Aden, 27, di Pasar Induk Kramat Jati, Jaktim, Rabu.

Kondisi ini menyebabkan jalan sempit dan tersendat akibat penggunaan alat berat dalam aktivitas pengangkutan sampah. “Jalannya jadi mengecil, ada ekskavator, ada juga antrean truk sampah. Jadi kita yang mau bongkar harus nunggu, kadang maju mundur,” jelasnya.

“Perjalanan Bandung ke Jakarta saja lebih cepat, dibanding nunggu bongkar di sini sekarang sampai lima jam lebih,” ujar Aden.

Situasi ini tidak hanya menghambat waktu kerja, tetapi juga meningkatkan biaya operasional sopir. Semakin lama waktu tunggu, semakin besar pengeluaran untuk parkir dan bahan bakar.

Sementara itu, salah satu pedagang, Syaeful, menyebutkan penurunan omzet hingga 30 persen akibat tumpukan sampah setinggi enam meter di Tempat Penampungan Sementara (TPS) pasar. “Pembeli enggan datang ke area belakang, terutama di sekitar lapak saya. Mereka juga takut parkir, padahal jika parkir, biasanya langsung membelanjakan uang,” katanya.

Penurunan ini cukup signifikan, terutama pada jam sibuk yang seharusnya menjadi waktu transaksi utama. Kotoran, bau menyengat, dan akses yang terganggu membuat konsumen tidak berminat datang ke bagian dalam pasar.

Aden berharap masalah sampah di kawasan Pasar Induk Kramat Jati segera ditangani agar distribusi kembali lancar dan para sopir tidak lagi mengalami hambatan. “Harapannya ya cepat diberesin, supaya kita juga kerja lancar lagi, tidak ada gangguan, semuanya nyaman seperti semula,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *