Bursa Asia Dibuka di Zona Hijau – Investor Cerna Ancaman Trump ke Iran
Bursa Asia Dibuka di Zona Hijau, Investor Cerna Ancaman Trump ke Iran
Pada Selasa (7/4/2026), pasar saham Asia-Pasifik mengalami penguatan setelah Wall Street mencatat kenaikan. Perhatian pelaku pasar terfokus pada perkembangan konflik Iran, dengan investor memantau setiap kemungkinan perubahan situasi. Trump juga menjadi sorotan karena ancamannya terhadap Iran dalam konteks eskalasi ketegangan.
Menurut CNBC.com, Donald Trump mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dalam waktu 24 jam. Meski begitu, ia memberi isyarat bahwa Iran sedang berupaya keras untuk mencapai negosiasi. Trump menegaskan bahwa Iran harus membuka Selat Hormuz sebelum pukul 20.00 waktu setempat, dengan ancaman bahwa AS akan menghancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran dalam empat jam jika tenggat waktu itu tidak dipenuhi.
“Proposal Iran adalah langkah signifikan, tetapi masih kurang untuk mencapai kesepakatan,” kata Trump.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah menguat karena ketegangan geopolitik yang tetap tinggi. Kontrak berjangka West Texas Intermediate naik 0,7% ke US$113,25 per barel, sementara harga Brent mengalami kenaikan 0,68% ke US$109,77 per barel.
Di sektor saham, indeks S&P/ASX 200 Australia melonjak 2,3%, memimpin kenaikan di kawasan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,26%, Topix bertambah 0,23%, dan Kospi Korea Selatan menguat 1,5%. Kosdaq juga mengalami penguatan sebesar 0,85%. Sementara itu, pasar Hong Kong tetap tutup pada hari tersebut karena libur Paskah.
Di Wall Street, pergerakan kontrak berjangka cenderung beragam sebelum pembukaan perdagangan. Futures S&P 500 relatif stabil, sedangkan Nasdaq 100 turun sekitar 0,2%. Dow Jones Industrial Average futures naik 48 poin atau 0,1%, setelah pada perdagangan reguler sebelumnya S&P 500 naik 0,44%, Nasdaq Composite menguat 0,54%, dan Dow Jones meningkat 165,21 poin atau 0,36%.