Dude Herlino Terseret Kasus Dana Syariah Indonesia – Siapa Pemiliknya?

Dude Herlino Terseret Kasus Dana Syariah Indonesia, Siapa Pemiliknya?

Kasus DSI Membawa Nama Dude Herlino ke Bareskrim

PT Dana Syariah Indonesia (DSI) kini menjadi fokus perhatian publik setelah laporan dari ribuan nasabah yang mengalami kesulitan menarik dana mereka. Artis Dude Herlino, yang sebelumnya berperan sebagai brand ambassador perusahaan, turut terlibat dalam penyelidikan kasus dugaan penipuan dan penggelapan senilai Rp2,4 triliun. Bersama istrinya, Alyssa Soebandono, mereka hadir di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, untuk diperiksa sebagai saksi.

Menurut detikcom, pasangan selebriti ini tiba di lokasi sekitar pukul 10.05 WIB pada Kamis (2/4/2026). Dude mengenakan kemeja lengan panjang berwarna hijau, sementara Alyssa tampil dengan gaun hitam. Mereka menyatakan siap memberikan keterangan kepada penyidik. “Undangan ini pertama kalinya dari Bareskrim, mungkin mereka butuh informasi dari kami. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Dude kepada wartawan.

Profil Taufiq Aljufri, Pendiri Dana Syariah Indonesia

Taufiq Aljufri, sebagai pendiri dan presiden direktur DSI, tercatat sebagai tokoh utama di balik perusahaan fintech tersebut. Ia memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun dalam manajemen bisnis, pernah memimpin perusahaan sebagai CEO, serta aktif sebagai pengajar di lembaga pendidikan bisnis Jakarta. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pengembang properti selama 10 tahun, dengan membangun lebih dari 15 cluster perumahan.

Dalam lima tahun terakhir, Taufiq menjadi anggota komunitas pengembang properti syariah dan mendirikan platform P2P Danasyariah.id. Melalui pernyataannya di depan media pada Rabu (19/11/2025), ia menjelaskan bahwa pendirian DSI bertujuan memperkaya pasar keuangan syariah sejak 2018. Sejak beroperasi selama 7,5 tahun, perusahaan telah melayani lebih dari 40 ribu peminjam dana, di mana sekitar 26 ribu dana telah dikembalikan beserta hasil keuntungan.

Hingga November 2025, DSI mencatat tingkat kredit macet (TWP 90) sebesar 0,18%. Total aset perusahaan mencapai Rp131,69 miliar. Meski begitu, Taufiq masih berada di tengah proses investigasi yang menyeret nama-nama co-founder dan pemegang saham lain, seperti Arie Rizal Lesmana serta Mery Yuniarni.

“Undangan ini pertama kalinya dari Bareskrim, mungkin mereka butuh informasi dari kami. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Dude kepada wartawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *