Important News: Breaking! Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.970

Breaking! Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp16.970

Di Jakarta, kurs rupiah mengalami penguatan pada perdagangan hari ini terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka di level Rp16.970 per dolar AS, dengan kenaikan 0,70%. Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan Selasa (7/4/2026), mata uang lokal ditutup di posisi Rp17.090 per dolar AS.

Indeks dolar AS (DXY) mengalami pelemahan pada pukul 09.00 WIB, mencapai 98.918 atau turun 0,94%. Pergerakan rupiah terutama dipengaruhi oleh dinamika global dolar AS, setelah berita gencatan senjata antara AS dan Iran muncul. Kondisi ini memengaruhi keputusan pelaku pasar dalam menilai aset berisiko.

Kesepakatan Gencatan Senjata dan Impactnya

Kabar gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong perubahan sentimen pasar. Pasar berbalik lebih optimistis, menyusul adanya kesepakatan jeda konflik. Menurut laporan, Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menerima proposal 10 poin dari Iran, yang dianggap layak sebagai dasar negosiasi.

“AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai cukup layak menjadi dasar negosiasi,” kata Trump.

Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan meluncurkan serangan terhadap infrastruktur sipil Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz. Namun, kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu berakhir, rilis kesepakatan membuat pasar lebih tenang. Iran juga bersedia membuka Selat Hormuz selama dua pekan, dengan syarat serangan dihentikan.

Keputusan tersebut mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven. Sebagai akibatnya, mata uang negara lain, termasuk rupiah, pun mendapat ruang untuk naik. Dengan adanya stabilitas geopolitik, pelaku pasar mulai mengalihkan investasi ke aset berisiko yang lebih menarik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *