Key Discussion: Bos LPS Ungkap Jumlah Rekening Dormant Makin Banyak
Bos LPS Ungkap Jumlah Rekening Dormant Makin Banyak
Jakarta, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan bahwa jumlah rekening yang tidak aktif di seluruh negeri terus bertambah. Meski demikian, tingkat pertumbuhan persentase rekening ini mengalami penurunan setiap tahunnya. Anggito Abimanyu, Ketua Dewan Komisioner (DK) LPS, tidak memberikan angka pasti jumlah rekening tersebut karena dianggap “confidential.” Ia menjelaskan bahwa LPS bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memantau kenaikan rekening yang tidak aktif.
Kriteria Rekening Tidak Aktif
Menurut Anggito, rekening “tidak aktif” didefinisikan sebagai rekening yang memiliki saldo tertentu selama 1 tahun. Kriteria ini berbeda dengan PPATK yang menggunakan masa 3 bulan. “Rekening yang tidak aktif berpotensi digunakan untuk kepentingan yang tidak sehat,” katanya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (9/4/2026).
Kalau rekening tidak aktif itu berpotensi untuk disalahgunakan,” ujar Anggito dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (9/4/2023).
Dalam paparannya, Anggito menyebutkan bahwa pertumbuhan rekening tidak aktif meningkat 9,52% secara tahunan pada 2023, lalu naik menjadi 10,18% pada 2024, dan turun sedikit ke 9,23% pada 2025. Meski jumlah rekening tidak aktif mengalami peningkatan, data menunjukkan bahwa total rekening di Indonesia terus bertambah setiap tahunnya sejak 2023.
LPS menghadapi tantangan untuk mencapai target dari Presiden Prabowo, yang ingin setiap warga negara memiliki rekening bank. Anggito menyatakan bahwa LPS akan mewujudkan arahan ini dalam tiga tahun ke depan. Selain itu, lembaga tersebut menargetkan pertumbuhan rekening khususnya pada kelompok usia produktif (15-70 tahun) sebesar 5% per tahun dalam lima tahun mendatang.
Menurut Anggito, jumlah penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening bank mencapai 49,7 juta. Dari total tersebut, 15,3 juta berada dalam kelompok usia produktif, yang menjadi fokus LPS dan OJK. Anggito menjelaskan bahwa LPS sedang berupaya meningkatkan akses ke layanan perbankan untuk kelompok ini agar dapat mencapai target pertumbuhan rekening yang ditetapkan.